Akurat

Huayou Masih Nego Soal Investasi Proyek Baterai EV, Ini Yang Dibahas

Dedi Hidayat | 5 Agustus 2025, 15:36 WIB
Huayou Masih Nego Soal Investasi Proyek Baterai EV, Ini Yang Dibahas

AKURAT.CO Pemerintah masih melalukan negosiasi mengenai peralihan investasi dari konsorsium LG Solution ke Zhejiang Huayou Cobalt Co. terkait dengan kelanjutan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan tahap negosiasi dengan perusahaan asal China terkait dengab proyek tersebut masih berjalan.

“Huayou masih negosiasi, karena waktu itu kan konsorsium LG mundur ya. Jadi kita sekarang [lanjutkan] dengan Huayou,” kata Tiko sapaan akrabnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga: Rosan Klaim Huayou Siap Tambah Investasi di RI Hingga USD20 Miliar

Tiko menuturkan bahwa Huayou menunjukkan sikap yang sangat agresif dalam menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Selain berdiskusi dengan IBC, Huayou juga menjalin pembicaraan dengan Vale Indonesia terkait sejumlah proyek strategis.

Saat ini, negosiasi difokuskan pada struktur kepemilikan proyek dan pengaturan Agreed Return Rate (ARR) atau tingkat pengembalian investasi yang diharapkan dari masing-masing proyek.

“Kita lagi negosiasi mengenai struktur pemilikan dan juga ARR dari masing-masing project, sama seperti yang di CATL,” jelas Tiko.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan alasan pemerintah akhirnya mempercayakan perusahaan asal China, Huayou untuk menggantikan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) dalam proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.

Rosan menuturkan, pemerintah melihat minat yang tinggi serta kemampuan Huayou yang sejatinya juga sudah lama berinvestasi pada bidang yang sama di Indonesia, yaitu industri pengolahan nikel.

Sehingga pemerintah menilai, Huayou sudah paham arah hilirisasi industri di Indonesia dan memiliki sumber daya yang mumpuni untuk masuk dalam proyek yang tergabung dalam skema “Indonesia Grand Package” senilai USD9,8 miliar tersebut.

Huayou sebelumnya sudah investasi di indonesia di bidang yang sama juga. Karena mereka sudah berinvestasi inilah pemerintah memutuskan untuk memilih Huayou.

"Mereka paham, mengerti dan sudah ada resources untuk kembangkan ini ke depannya maka Huayou masuk gantikan LG," tuturnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025) lalu.

Rosan menambahkan, pemerintah juga sudah bertemu dengan Huayou yang memang telah menyatakan minatnya untuk menggantikan LG sejak akhir 2024 lalu.

"Kita sudah bertemu dengan Huayou nya, saya juga sudah bertemu, sangat positif karena mereka sejak tahun 2024 ini sudah menyatakan minatnya untuk menjadi konsorsium dari LG ini, jadi sebelumnya dalam konsorsium LG Itu memang sudah ada Huayou-nya, sudah ada, jadi mereka menjadi leading konsorsium, itu saja," tukas Rosan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.