Akurat

Pertamina Siap Tampung Minyak Rakyat, Harga 70-80 Persen dari ICP

Dedi Hidayat | 31 Juli 2025, 10:15 WIB
Pertamina Siap Tampung Minyak Rakyat, Harga 70-80 Persen dari ICP

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan kesiapannya untuk membeli minyak mentah dari sumur minyak rakyat.

Hal ini merupakan bagian dari implementasi Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Dimana pemerintah membuka ruang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengelola sumur minyak rakyat.

Baca Juga: SKK Migas Sebut Potensi Produksi 100.000 Barel Minyak per Hari dari Sumur Rakyat

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi, Edi Karyanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim gabungan untuk mengidentifikasi sumur-sumur rakyat yang siap berproduksi.

“Tim gabungan nanti kalau sudah mengidentifikasi sumurnya, kami siap karena kami malah senang kok bisa menerima itu,” kata Edy kepada wartawan dikutip, Kamis (31/7/2025).

Adapun minyak yang dihasilkan dari sumur rakyat akan dibeli Pertamina dengan kisaran harga 70%-80% dari Indonesia Crude Price (ICP).

Menurut Edy, skema harga minyak mentah dari sumur 70% dari ICP itu sudah cukup ekonomi dan menguntungkan kedua belah pihak.

“Ya win-win solution kan, karena kita juga bisa mereview fiscal term dan sebagainya gitu,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut 30.000 sumur rakyat yang terdeteksi nantinya akan dikelola oleh Koperasi hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca Juga: Bahlil: Pengelolaan Sumur Rakyat Bukan untuk Perusahaan Besar

Bahlil menuturkan, terkait mekanisme pengelolaan sumur-sumur yang layak akan dikelola melalui skema kerja sama, tetapi tidak secara langsung dengan perusahaan besar.

Sebaliknya, pengelolaan akan diberikan kepada koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang memenuhi syarat.

“Jadi bukan asal dikerjasamakan. Pengelolaan akan dilakukan oleh koperasi, BUMD, dan UMK,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Rabu (30/7/2025).

Meski dikelola oleh BUMD hingga koperasi, Bahlil menyebut pihaknya akan memilih koperasi yang sehat dan bukan koperasi abal-abal.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut Pertamina tetap akan menampung minyak mentah hasil eksplorasi sumur rakyat.

“Ketika produksinya sudah ada dari sumur-sumur masyarakat maka Pertamina sebagai offtaker dan harganya antara 70 persen dari ICP sampai 80 persen,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.