BKPM: Investasi Hilirisasi Kuartal II-2025 Capai Rp144,5 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sektor hilirisasi sepanjang kuartal II-2025 mencapai Rp144,5 triliun. Angka ini setara dengan 30,2% dari total investasi periode saat ini.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menuturkan angka ini naik 36,8% dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya.
“Dari segi percentage-nya itu kontribusinya 30,2 persen. Jadi ini mendapatkan peningkatan yang cukup besar,” kata Rosan dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga: Revisi Tiga Aturan BKPM Didorong Demi Capai Target Investasi Rp13.000 T
Rosan menjabarkan, investasi terbesar dalam sektor hilirisasi tercatat berada pada industri mineral, terutama dari pembangunan berbagai fasilitas smelter, dengan nilai mencapai Rp96,2 triliun.
Dari total tersebut, komoditas nikel memberikan kontribusi tertinggi senilai Rp46,3 triliun, diikuti oleh tembaga sebesar Rp22,3 triliun, bauksit Rp14,8 triliun, besi dan baja Rp9,5 triliun, serta timah Rp1,9 triliun. Adapun komoditas lain seperti menyumbang total investasi sebesar Rp1,4 triliun.
Di luar sektor mineral, industri migas mencatat nilai investasi hilirisasi sebesar Rp10,7 triliun. Di sektor perkebunan dan kehutanan, realisasi investasi mencapai Rp36,3 triliun, dengan kelapa sawit sebagai penyumbang terbesar senilai Rp16,4 triliun.
Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan memperoleh porsi investasi terkecil, yakni Rp1,3 triliun.
Adapun, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan realisasi investasi pada kuartal II - 2025 mencapai Rp477,7 triliun.
Baca Juga: Genjot Investasi Uni Eropa, BKPM Sediakan EU Desk
Rosan menyampaikan bahwa angka ini naik 11,5% dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya yang berada diangka Rp428,4 triliun.
Rosan menjelaskan dari investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal II-2025 berhasil menciptakan penyerapan tenaga kerja sebesar 665.764 orang.
Angka ini merupakan jumlah tenaga kerja yang terserap hanya dari investasi yang direalisasikan dalam tiga bulan terakhir.
Lebih lanjut, eks Wakil Menteri BUMN ini mengungkapkan bahwa komposisi investasi pada kuartal ini masih menunjukkan dominasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibandingkan dengan Penanaman Modal Asing (PMA).
Dirinya menjelaskan bahwa PMDN menyumbang 57,7% dari total realisasi investasi, atau setara dengan Rp275,5 triliun. Sementara itu, PMA berkontribusi sebesar Rp202,2 triliun, atau 42,3% dari total investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 9KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- 10Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional









