Akurat

260 Mahasiswa dan Dosen Raih Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

Yosi Winosa | 27 Juli 2025, 09:13 WIB
260 Mahasiswa dan Dosen Raih Beasiswa Erasmus+ dari Uni Eropa

AKURAT.CO Sebanyak 260 mahasiswa dan dosen asal Indonesia berhasil meraih beasiswa bergengsi Erasmus+ untuk tahun akademik 2025.

Beasiswa yang didanai oleh Uni Eropa ini membuka kesempatan bagi para penerimanya untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana serta mengikuti program pertukaran jangka pendek di berbagai universitas terkemuka di Eropa.

Dari total penerima, sebanyak 73 di antaranya berhasil memperoleh beasiswa Erasmus Mundus Joint Master’s (EMJM), sebuah program gelar bersama yang memungkinkan mahasiswa menempuh studi di dua negara Uni Eropa atau lebih.
 
Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati posisi ke-8 dalam daftar negara dengan penerima EMJM terbanyak di dunia tahun ini.
 
Selain program pascasarjana, sebanyak 187 mahasiswa dan dosen Indonesia juga menerima beasiswa pertukaran jangka pendek Erasmus+ untuk belajar, mengajar, atau mengikuti pelatihan akademik di berbagai institusi pendidikan tinggi di Eropa.
 
 
Ini menunjukkan peningkatan partisipasi Indonesia dalam program mobilitas akademik internasional.
 
Sebaliknya, Uni Eropa juga mengirimkan 75 mahasiswa dan akademisi mereka ke Indonesia untuk tujuan yang sama. Hal ini mencerminkan hubungan timbal balik yang erat antara Eropa dan Indonesia dalam hal kerja sama pendidikan tinggi dan pertukaran budaya.
 
Thibaut Portevin, Counsellor/Head of Cooperation Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme penerima beasiswa Indonesia.
 
Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi dan penelitian merupakan prioritas penting dalam Strategi Global Gateway Uni Eropa yang bertujuan memperkuat konektivitas dan kolaborasi global.
 
“Melalui Program Erasmus+, kami bangga berinvestasi untuk masa depan Indonesia. Para penerima beasiswa ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan membantu membangun dunia yang lebih hijau, inklusif, dan terdigitalisasi,” ujar Portevin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (27/7/2025). 
 
Dirinya juga menambahkan bahwa program ini memberikan pengalaman lintas budaya yang tak ternilai, memperluas pengetahuan dan jaringan internasional para peserta.
 
Dari sisi pemerintah Indonesia, Dr. Yulita Priyoningsih, Subkoordinator Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Pembelajaran Internasional di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menilai Program Erasmus+ sebagai langkah strategis untuk mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi. 
 
“Dukungan dari Uni Eropa memperkuat hubungan masyarakat dan meningkatkan mobilitas akademik di Indonesia,” jelasnya.
 
Salah satu penerima beasiswa, Noer Risky Ramadhani, menyampaikan rasa bangganya menjelang keberangkatan ke Eropa.
 
Ia menyebut kesempatan ini sebagai pengalaman sekali seumur hidup yang akan mempertemukan para mahasiswa Indonesia dengan lingkungan akademik dan budaya yang baru.
 
“Kami akan membawa identitas Indonesia dengan bangga, dan berkomitmen tidak hanya untuk mencapai keunggulan akademik, tetapi juga untuk menjadi jembatan antarbudaya dan agen perubahan di masa depan,” ujar Risky.
 
Acara pra-keberangkatan para penerima beasiswa Erasmus+ tahun ini juga diisi dengan sesi perkenalan dari Erasmus Mundus Student and Alumni Association (EMA) Indonesia.
 
Organisasi ini memberikan panduan dan berbagi pengalaman kepada para penerima baru agar lebih siap menghadapi kehidupan akademik di luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa