Akurat

Denny JA: Make Pertamina Great Again Bukan Sekadar Slogan, Tapi Mandat Peradaban

Oktaviani | 25 Juli 2025, 17:44 WIB
Denny JA: Make Pertamina Great Again Bukan Sekadar Slogan, Tapi Mandat Peradaban

AKURAT.CO Pertamina pernah menjadi simbol kejayaan energi nasional. Kini, saatnya kebangkitan baru dimulai.

Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA, melontarkan seruan tajam: Make Pertamina Great Again! Seruan ini bukan retorika kosong, tetapi komitmen strategis untuk mengembalikan kejayaan Pertamina sebagai tulang punggung kedaulatan energi bangsa.

Dalam pertemuan intensif bersama Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Dirut PHE Awang Lazuardi, dan jajaran komisaris serta direksi PHE, Denny JA menyampaikan tiga agenda besar kebangkitan Pertamina:

1. Target 1 Juta Barel per Hari: Kembali ke Puncak Produksi

Dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), percepatan perizinan, dan sinergi SKK Migas, target ini dianggap realistis.

“Ini bukan mimpi kosong. Ini target nasional yang bisa dicapai dengan kerja kolaboratif,” ujar Denny, Jumat (25/7/2025).

2. Pelibatan Swasta: Inovasi dan Efisiensi

Swasta tidak hanya pelengkap, tetapi mitra penting. Pertamina membuka ruang kemitraan strategis dengan tetap menjaga transparansi dan keberpihakan nasional. “Negara tak bisa bekerja sendiri,” tegas Denny.

Baca Juga: PINTU Sukses Gelar Tricourt Cup 2025: 3 Cabor, 25 Perusahaan, Hadiah Rp60 Juta Lebih

3. Ekosistem Energi yang Berkeadilan

Lebih dari sekadar angka produksi, kebangkitan energi menyentuh dimensi sosial. CSR Pertamina ke depan diarahkan untuk menjangkau pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan budaya.

Festival tahunan bertajuk “Pertamina Peduli Budaya” akan digagas sebagai simbol kepedulian terhadap identitas nasional.

Di era 1970-an, di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo, Pertamina memproduksi lebih dari 1,2 juta barel per hari—menjadikan Indonesia eksportir utama minyak dunia.

Namun kini, produksi anjlok menjadi sekitar 600 ribu barel. Sementara itu, Petronas—dulu belajar dari Pertamina—berhasil tampil sebagai pemain energi global.

Kini, Denny JA bersama “The Fantastic Eight”—julukan yang ia sematkan pada jajaran Dewan Komisaris PHE—menggagas revitalisasi menyeluruh.

Termasuk pembentukan Pertamina Energy Innovation Hub untuk mengintegrasikan riset akademik, startup energi, dan pengembangan teknologi hijau seperti biofuel, geothermal, dan solar panel.

Menurut Denny, kemandirian energi bukan sekadar soal barrel atau dolar. “Ini adalah mandat peradaban. Ini soal apakah Indonesia bisa menentukan takdirnya sendiri di tengah krisis global dan ketegangan geopolitik,” tegasnya.

Langkah-langkah taktis pun dirancang: insentif fiskal untuk investasi EOR, skema revenue-sharing transparan, platform pengawasan real-time, hingga fast-track policy untuk perizinan migas terpadu. Di sisi lain, budaya dan energi disatukan dalam narasi kebangsaan.

Baca Juga: Kehadiran Tur Trofi MSIG Serenity Cup 2025 Bantu Perkembangan Sepakbola Putri ASEAN

“Bangsa besar bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tapi karena keberanian imajinasi dan narasi yang mempersatukannya,” tutup Denny.

Make Pertamina Great Again bukan nostalgia masa lalu—melainkan panggilan masa depan.

Sebuah langkah kolektif untuk menjadikan Pertamina sebagai poros energi nasional dan regional yang berdaulat, berkeadilan, dan berkarakter Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.