Akurat

Dorong Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Sambut Kopdes Merah Putih

Hefriday | 22 Juli 2025, 23:33 WIB
Dorong Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Sambut Kopdes Merah Putih

AKURAT.CO PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan komitmennya dalam mendukung penuh peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebuah inisiatif strategis yang diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi pupuk serta mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Melalui kolaborasi ini, KDMP akan berperan sebagai simpul distribusi pupuk subsidi dan nonsubsidi secara langsung kepada petani di tingkat desa.

Inisiatif ini menjadi bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2025 dan mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang mengamanatkan penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi peran koperasi sebagai pilar utama distribusi kebutuhan dasar, termasuk pupuk.

Kehadiran KDMP dinilai menjadi solusi konkret atas berbagai permasalahan distribusi pupuk yang selama ini kerap dihadapi petani.

Baca Juga: PLN Gandeng Kopdes Merah Putih Jadi Mitra Layanan Kelistrikan

Peluncuran program KDMP berlangsung di Klaten, Jawa Tengah, dan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa koperasi merupakan simbol kekuatan kolektif rakyat.

“Satu lidi itu lemah, tapi kalau dijadikan satu, bisa jadi alat yang kuat. Begitu pula koperasi. Jika dikelola bersama, maka akan menjadi kekuatan besar untuk bangsa,” ujar Presiden Prabowo, Selasa (22/7/2025).

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa koperasi harus menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi petani, nelayan, dan peternak, terutama dalam hal rantai distribusi.

Dengan membentuk sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, pemerintah berharap distribusi pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya dapat dilakukan lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan tanpa perantara yang mempersulit petani.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan bahwa Pupuk Indonesia siap berperan aktif dalam menyukseskan program KDMP.

Menurutnya, koperasi yang terintegrasi hingga ke desa-desa dapat memperkuat ekosistem pertanian dan meningkatkan akses petani terhadap pupuk, baik subsidi maupun nonsubsidi.

“Petani akan semakin dekat dengan akses input pertanian, mulai dari pupuk subsidi seperti Urea dan NPK, hingga produk nonsubsidi seperti ZA, ZK, Phosgreen, Phonska Plus, pupuk organik, hingga pestisida. KDMP juga akan memperpendek rantai distribusi sehingga petani bisa menebus pupuk dengan lebih mudah dan efisien,” ujar Rahmad.

Untuk mendukung fungsi koperasi secara maksimal, Pupuk Indonesia juga menyiapkan bantuan menyeluruh dalam bentuk pembinaan kelembagaan, pelatihan manajemen, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.

Selain itu, jaminan pasokan pupuk di setiap lokasi KDMP akan menjadi prioritas agar tidak terjadi kelangkaan yang merugikan petani.

Pupuk Indonesia juga mendorong partisipasi aktif kelompok tani seperti Gapoktan dan Poktan agar menjadi anggota koperasi, sehingga KDMP tidak hanya menjadi saluran distribusi, tetapi juga wadah ekonomi kolektif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan petani.

Dengan melibatkan langsung pelaku utama pertanian, koperasi ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa.

Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat sebanyak 108 mock-up KDMP telah diresmikan di berbagai daerah, dengan 106 di antaranya sudah menjalankan usaha distribusi pupuk.

Angka ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan daerah dalam menyambut model distribusi baru berbasis koperasi. Pupuk Indonesia berencana terus memperluas jangkauan ini melalui kerja sama intensif dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Dalam jangka panjang, keberadaan KDMP diharapkan tidak hanya mempermudah distribusi pupuk dan input pertanian lainnya, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa.

Melalui koperasi, desa tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi juga menjadi simpul distribusi dan pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan semangat gotong royong dan kemandirian, kami optimistis KDMP akan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan sekaligus mendekatkan Indonesia menuju swasembada pangan,” tukas Rahmad.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa