Pertamina EP Pacu Produksi Migas di Lapangan Akasia Bagus Tahap 1

AKURAT.CO Subholding Upstream Pertamina terus menggenjot pengembangan proyek strategis di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Tahap 1. Demikian dilakukan guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian visi Asta Cita pemerintah.
Adapun proyek itu terletak di Lapangan Akasia Bagus yang dikelola oleh PT Pertamina EP, afiliasi dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku bagian dari Subholding Upstream.
Oleh karena itu dalam rangka memastikan kelancaran pekerjaan dan kesiapan fasilitas produksi, kunjungan langsung dilakukan oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza.
Baca Juga: Kelola 24 Persen Blok Migas RI, PHE Genjot Produksi
Oki didampingi Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, Direktur Pengembangan & Produksi PHE Mery Luciawaty, serta Plt. Direktur Utama PT Pertamina EP Muhammad Arifin dan jajaran manajemen lainnya. Peninjauan ini berlangsung di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (9/7/2025) lalu.
Kegiatan Management Walkthrough (MWT) tersebut difokuskan pada pemantauan progres proyek yang menjadi tonggak penting pengembangan Akasia Bagus.
Proyek ini dirancang untuk mampu memproses minyak dan gas masing-masing sebanyak 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Afwan Daroni selaku General Manager Zona 7 Regional Jawa menyampaikan bahwa fasilitas produksi akan ditingkatkan dengan menambahkan CO2 Removal Package berbasis sistem amine (MDEA), Unit Dehidrasi Gas, dan Thermal Oxidation (TOX).
Baca Juga: Anjungan OOA Dikirim ke Laut Jawa, PHE ONWJ Dorong Produksi Migas Nasional
Penambahan ini bertujuan untuk menurunkan kadar CO2, H2S, dan air agar sesuai dengan spesifikasi penjualan gas sebagaimana diatur dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang berlaku di Jawa Barat.
Muhammad Arifin selaku Plt. Direktur Utama PT Pertamina EP menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah terlibat dalam proyek ini.
"Ini adalah proyek upgrading, setelah sebelumnya Stasiun Pengumpul ini telah memenuhi kapasitas sekitar 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD. Melalui kreativitas dan intuisi kawan-kawan pekerja, ternyata menghasilkan jauh lebih besar daripada apa yang diprediksi di awal. Kami memohon doa dan dukungannya agar proyek ini segera terselesaikan dengan baik," terang Arifin, dikutip Jumat (11/7/2025).
Sementara itu, Awang Lazuardi menegaskan bahwa tujuan utama MWT ini adalah memastikan seluruh aspek budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) diimplementasikan secara optimal. Ia juga menyampaikan harapannya atas kelancaran proyek ini.
"Kita harap bulan depan project ini sudah onstream, sehingga kita dapat memonetisasi cadangan gas di lapangan Akasia Bagus dan berkontribusi pada peningkatan produksi migas Indonesia. Dan tentunya dengan kolaborasi yang baik, pengembangan stage 2 dari lapangan ini juga dapat diakselerasi," jelas Awang.
Oki Muraza turut menyampaikan dukungannya atas proyek ini agar berjalan lancar dan segera dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Kami mendukung penuh agar kapasitas produksi di seluruh lingkungan Pertamina, khususnya di lingkungan Subholding Upstream dapat meningkat," ujarnya.
Lapangan Akasia Bagus yang dikelola oleh Pertamina EP Regional Jawa Subholding Upstream dikembangkan berdasarkan rencana Plan of Development (POD) yang disetujui sejak 27 Desember 2017.
Proses pengembangan dilakukan dalam dua tahap, yaitu Stage 1 dan Stage 2, untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD menjadi 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD.
Pertamina EP melalui Regional Jawa terus berkomitmen untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan, serta mendukung upaya pemerintah dalam meraih kemandirian energi sesuai visi Asta Cita.
Dalam pengelolaan bisnis hulu migas, PHE juga mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan ini tetap menjunjung tinggi integritas dengan prinsip Zero Tolerance on Bribery, termasuk penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah sesuai dengan standar ISO 37001:2016.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










