Akurat

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Ancaman Selat Hormuz

Camelia Rosa | 23 Juni 2025, 12:58 WIB
Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Ancaman Selat Hormuz

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai rencana penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan Israel. Sebagaimana diketahui, ketegangan geopolitik diantara keduanya saat ini kembali memanas.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengakui, apabila penutupan selat Hormuz dilakukan, maka akan berdampak pada distribusi minyak mentah dunia. Hal itu lantaran, 20% pelayaran minyak mentah global dilakukan melalui selat tersebut.

Meski demikian Fadjar memastikan Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal-kapal milik perseroan.

"Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita, mengalihkan rute kapal ke jalur aman antara lain melalui Oman dan India untuk menjaga keberlangsungan rantai pasok," jelasnya kepada media, Senin (23/6/2025).

Baca Juga: Mendag Apresiasi Pertamina Patra Niaga Atas Penerapan BDKT di SPBE

Oleh karena itu, Fadjar memastikan bahwa secara umum pasokan Pertamina masih terkendali.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Fadjar juga mengaku bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dan juga pemantauan secara berkala dalam merespon memanasnya eskalasi perang antara Israel dan Iran.

Dikatakannya, monitoring berkala itu juga dilakukan pihaknya pada pergerakan kapal-kapal tanker perseroan, khususnya yang memasok minyak mentah ke Indonesia.

"Kami sudah memantau melalui Pertamina Internasional Shipping, seluruh kapal-kapal khususnya yang berlayar di rute internasional saat ini masih dalam kondisi aman," jelasnya ketika ditemui usai peluncuran Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (17/6/2025) lalu.

Fadjar menyebutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan rute alternatif atau reroute jika eskalasi konlik tersebut nantinya mengganggu jalur distribusi atau pelayaran Pertamina.

"Tapi nanti jika memang terjadi eskalasi konflik yang dapat mengganggu jalur distribusi atau jalur pelayaran kapal-kapal kami, kami sudah menyiapkan skenario alternatif, rute alternatif melalui beberapa titik yang kita harapkan tidak mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah dan sekitarnya ke Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Mendag Apresiasi SOP Baru Pertamina Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Takaran

Fadjar menambahkan, di tengah eskalasi konflik saat ini, Pertamina juga memiliki sumber pasokan minyak mentah yang tidak hanya bergantung dari satu negara tertentu.

"Kami memiliki sistem yang lebih fleksibel, jadi ketika memang terjadi hampatan di satu titik, kami mempunyai alternatif sumber yang bisa dijadikan pasokan energinya. Jadi kami memastikan bahwa pasokan energi ke Indonesia tetap aman," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.