Akurat

PLN NP Cetak Laba Rp12,91 Triliun di 2024

Camelia Rosa | 20 Juni 2025, 15:53 WIB
PLN NP Cetak Laba Rp12,91 Triliun di 2024

AKURAT.CO PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatatkan kontribusi signifikan terhadap laba konsolidasi induk usaha, yaitu sebesar Rp2,35 triliun atau setara 13,23% dari total laba PT PLN (Persero) pada 2024 yang sebesar Rp17,76 triliun.

Secara mandiri, PLN NP juga membukukan laba bersih sebesar Rp12,91 triliun, melampaui target dan mencapai 129% dari rencana kerja perusahaan.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero), Hartanto Wibowo memberikan apresiasi khusus kepada PLN Nusantara Power.
 
"Kami memberikan apresiasi kepada atas pencapaian KPI PLN Nusantara Power sebesar 106,31 persen yang merupakan tertinggi diantara Subholding dan Anak Perusahaan. Kami sangat berharap laba asosiasi ini juga bertumbuh seiring dengan joint venture yang diciptakan PLN NP," terang Hartanto dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025). 
 
Laba asosiasi yang disetorkan ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya PLN Nusantara Power sekaligus tertinggi diantara Subholding dan Anak Perusahaan PT PLN (Persero) lainnya. 
 
 
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi efisiensi menyeluruh yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun.
 
Hal ini mampu menekan biaya Biaya Pokok Produksi (BPP), kenaikan kontribusi dividen cash asosiasi PLN NP, serta value creation yang juga bersumber dari penghematan biaya pemeliharaan dan efisiensi pembangkit. 
 
Menurutnya, melalui kinerja perusahaan yang mumpuni tidak saja berdampak positif pada keuangan perusahaan, namun juga memiliki kontribusi konstruktif yang mendorong perkonomian masyarakat. 
 
"PLN Nusantara Power bukan hanya entitas bisnis, tetapi pilar penting dalam menjaga kedaulatan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui pasokan listrik yang andal," jelas Ruly. 
 
Dari sisi produksi biaya listrik per kilowatt-hour (kWh), perusahaan berhasil menekan biaya sebesar 11,4% lebih rendah dari target. Untuk penjualan terjadi peningkatan menjadi 63,42 TWh atau lebih tinggi 17% dari target.
 
Sebagai bagian dari dukungan terhadap penyediaan bisnis di luar ketenagalistrikan, PLN NP juga dirasa mampu untuk mengembangkan potensi bisnisnya. 
 
Ruly menyebutkan, sebesar Rp985,59 miliar pada 2024 ini dihasilkan oleh perusahaan dan menyetorkan sebesar 7,45% dari total kontribusi pendapatan Beyond KWh PLN. 
 
"Dari sisi aset, PLN Nusantara Power mengalami peningkatan karena ada Surplus Revaluasi Aset, dan progress Add On PLTGU Muara Tawar. Total aset perusahaan saat ini berada di angka Rp355,5 triliun," terang Ruly.
 
Ruly menambahkan, dengan seluruh capaian tersebut, pihaknya menatap tahun 2025 dengan semangat baru untuk melaju lebih cepat. 
 
"Perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, memperluas kemitraan strategis, serta memainkan peran sentral dalam mewujudkan ketahanan energi dan transisi menuju masa depan yang rendah karbon untuk Indonesia," tukas Ruly. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.