Akurat

GE Healthcare Gandeng Mandaya Hospital Untuk Jadi Flagship Reference Site

M. Rahman | 13 Juni 2025, 15:53 WIB
GE Healthcare Gandeng Mandaya Hospital Untuk Jadi Flagship Reference Site

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan belum lama ini menginisiasi Program Quick Win atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2025 Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada upaya nyata dan cepat untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk melalui integrasi teknologi dan kemitraan strategis.

Inisiatif ini menjadi indikasi kuat bahwa transformasi kesehatan Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong perubahan yang berdampak luas.

Sejalan dengan ini, GE HealthCare Indonesia menjalin kemitraan strategis terbaru dengan Mandaya Hospital Group yang bertujuan untuk mengembangkan Mandaya Royal Hospital Antasari menjadi salah satu flagship reference site GE HealthCare terbesar di Asia Tenggara, dan memperkuat peran GE HealthCare sebagai pemimpin regional dalam teknologi pencitraan diagnostik dan kedokteran nuklir.

Baca Juga: BNI Gandeng GE Healthcare Kerja Sama Solusi Finansial

President Director GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo menjelaskan bahwa transformasi sistem kesehatan Indonesia mengharuskan adanya kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas akses, dan meningkatkan kualitas layanan.

"Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan kolaborasi sebelumnya. Mandaya Royal Hospital Puri saat ini telah menjadi show site GE HealthCare untuk layanan kedokteran nuklir, bahkan menjadi tujuan kunjungan profesional medis dari Malaysia dan Vietnam," ujar Kriswanto dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).

Ditambahkan, riwayat keberhasilan kerja sama dengan Mandaya Royal Hospital Puri sebagai pusat layanan onkologi dan kedokteran nuklir membuat GEHC semakin yakin untuk menggandeng Mandaya Royal Hospital Antasari yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, sebagai calon pusat unggulan GEHC di kawasan Asia Tenggara.

Menyambut kerja sama ini, dr. Ben Widaja, President Director Mandaya Hospital Group, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan GE HealthCare merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Mandaya untuk menjadi rumah sakit kelas dunia yang mengedepankan layanan berbasis presisi.

"Kami memilih GE HealthCare karena kapabilitas global mereka dalam teknologi pencitraan dan kedokteran nuklir yang terbukti mampu meningkatkan akurasi diagnostik dan mempercepat pengambilan keputusan klinis," kata dr. Ben

Lebih lanjut, dr. Ben menyampaikan bawah investasi ini bukan semata tentang teknologi, namun juga tentang membangun masa depan layanan kesehatan dimulai dari penguatan SDM hingga pembentukan ekosistem pembelajaran regional.

Melalui kemitraan ini, Mandaya Royal Hospital Antasari akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan kolaborasi regional yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga kawasan Asia Tenggara.

“Kami percaya bahwa perawatan yang tepat berawal dari diagnosis yang akurat dan pendekatan yang dibuat secara personal bagi setiap pasien,” ujar dr. Ben.

Menyusul pendahulunya, Mandaya Royal Hospital Puri, yang telah menghadirkan berbagai teknologi medis terkini seperti Digital PET Scan untuk pusat layanan kanker terpadu, Mandaya Royal Hospital Antasari juga akan menampilkan teknologi pencitraan diagnostik terkini serta layanan onkologi berbasis presisi.

Mandaya juga akan berperan sebagai pusat pembelajaran regional melalui pengembangan immersion training site di bidang kedokteran nuklir.

Kehadiran fasilitas ini mempertegas komitmen GE HealthCare untuk mendukung keunggulan klinis sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Elie Chaillot, President & CEO GE HealthCare International, menyatakan kemitraan strategis dengan Mandaya Hospital Group mencerminkan misi global kami untuk menghadirkan precision care serta meningkatkan standar layanan kesehatan secara menyeluruh.

"Indonesia adalah pasar penting bagi GE HealthCare, dan kami bangga melihat teknologi kami turut memperluas akses terhadap diagnostik dan terapi berkualitas tinggi," tukas Chaillot.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa