Pelaku USaha RI-Jepang Teken Kerja Sama Perdagangan Senilai USD200,8 Juta
Hefriday | 12 Juni 2025, 16:46 WIB

AKURAT.CO Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang kembali menunjukkan progres signifikan melalui penandatanganan 13 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha dari kedua negara dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang digelar di Osaka, Jepang, Rabu (11/6/2025).
Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Fajarini Puntodewi.
Ke-13 MoU tersebut mencakup sektor strategis seperti produk kertas, pelet kayu, boga bahari (seafood), cokelat, dekorasi rotan, furnitur kayu, biji kopi, arang kayu, hingga kerja sama dalam bidang tenaga kerja dan pengembangan bisnis biomassa.
Total nilai kerja sama mencapai USD200,8 juta, yang menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi perdagangan kedua negara terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata.
“Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung dan memfasilitasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah. Forum bisnis ini adalah bagian dari misi dagang Indonesia ke Jepang, yang bertujuan memperkuat kolaborasi ekonomi kedua negara secara berkelanjutan,” ujar Wamendag Roro dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
Wamendag juga menekankan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam kawasan Asia Tenggara. Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD4.900 per kapita pada 2024 dan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 sebesar 4,87%, Indonesia menunjukkan resiliensi ekonomi yang kuat dan semakin menarik bagi investor asing.
Secara statistik, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang meningkat sebesar 8,8% dalam lima tahun terakhir. Produk unggulan yang diekspor antara lain batu bara (15,8% dari total ekspor ke Jepang), nikel (5,52%), dan konduktor elektrik (4,07%).
Dari sisi lain, tren impor dari Jepang juga positif dengan pertumbuhan 8,21% pada periode yang sama. Impor didominasi produk logam, kendaraan bermotor, dan tembaga. Lebih lanjut, pemerintah Indonesia membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi di sektor energi terbarukan dan produk-produk berkelanjutan.
“Dengan komitmen tinggi terhadap isu lingkungan, Indonesia siap menjadi mitra penting Jepang dalam membangun rantai pasok hijau dan mendorong transisi energi di kawasan,” ujar Wamendag Roro.
Selama kunjungannya, Wamendag Roro juga melakukan pertemuan dengan berbagai institusi Jepang seperti Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, JAPINDA, ASEAN-Japan Centre (AJC), dan Kamar Dagang dan Industri Jepang (CCI).
Pertemuan ini membahas pemanfaatan protokol amandemen Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) serta peluang investasi baru.
Forum Bisnis Indonesia–Jepang juga menjadi bagian dari keikutsertaan Indonesia dalam Expo 2025 Osaka, yang digelar pada 9–15 Juni. Dalam kesempatan itu, Dirjen PEN Fajarini Puntodewi menjelaskan bahwa forum ini mengangkat tema “Strengthening Synergy: Unlocking Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement for Sustainable Trade in New Economy Era.”
Sebanyak 27 pelaku usaha ekspor dari Indonesia turut hadir dalam forum ini, mewakili sektor energi terbarukan, fesyen berkelanjutan, bahan bangunan, serta makanan dan minuman. Sebanyak 15 di antaranya juga berpartisipasi dalam pameran bergilir (rolling exhibition) di Paviliun Indonesia selama Expo berlangsung.
“Forum bisnis ini tidak hanya menyampaikan informasi terbaru kepada pengusaha kedua negara, tetapi juga memfasilitasi pertemuan langsung melalui sesi one-on-one business meeting. Hasilnya, tercatat potensi transaksi dagang sebesar USD 200,8 juta, yang diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia,” terang Fajarini.
Sebagai bagian dari agenda, turut diselenggarakan diskusi panel yang membahas pemanfaatan IJEPA. Hadir sebagai narasumber antara lain Sekretaris Ditjen PEN Arief Wibisono, perwakilan Kadin Indonesia, serta lembaga perdagangan Jepang seperti JETRO dan OCCI.
Panel ini dipandu oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden M. Fajar Siddiq sebagai moderator.
Forum ini juga dihadiri Konsul Jenderal RI Osaka John Tjahjanto Bustami, Secretary General AJC Kunihiko Hibarayashi, Vice Chairman International Business Committee OCCI Toshiyuki Suzuki, serta delegasi pengusaha dan pejabat Indonesia lainnya.
Kolaborasi strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia–Jepang dalam era ekonomi baru yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










