BP Targetkan Proyek UCC Tangguh Mulai Produksi pada Awal 2028

AKURAT.CO BP Indonesia menargetkan proyek Tangguh Ubadari, Carbon Capture Utilization & Storage/CCUS dan Compression (UCC) akan mulai berproduksi pada kuartal I 2028.
Procurement VP BP, James Tehubijuluw mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan proses early work seperti membangun infrastruktur jalan serta menyiapkan tempat tinggal bagi para pekerja yang jumlahnya ditaksir mencapai ribuan orang.
Dijelaskannya, proses early works ini terdiri dari onshore dan offshore. Adapun yang termasuk dalam Onshore yakni pengadaan fasilitas pendukung, kemudian offshore termaduk kegiatan seperti instalasi pengeboran.
"Nah itu semuanya baru mulai jalan. Kalau ditanya mana yang udah jalan paling mature, ya itu yang early works itu tadi. Karena itu memang itu harus selesai dulu Baru yang lainnya bisa jalan, target kita sih first quarter 2028," tuturnya ketika ditemui di kawasan Train 3 LNG Tangguh, Papua, Selasa(10/6/2025).
Baca Juga: PLN EPI Bangun Infrastruktur LNG di Klaster Nias
Sebagai informasi, proyek UCC ini merupakan proyek pemulihan gas alam berskala besar pertama di Indonesia melalui penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS).
Dengan tujuan utama untuk menyerap sekitar 15 juta ton CO2 pada tahap awal dan berpotensi lebih besar lagi mengingat kapasitas penyimpanan CO2 yang besar di wilayah tersebut.
Proyek dengan nilai investasi mencapai USD7 Miliar ini diharapkan dapat membuka sekitar 3 triliun kaki kubik (TCF) sumber daya gas tambahan.
Baca Juga: Kebijakan AS Tekan RI, Mahasiswa Soroti Impor Migas dan Mandeknya Tata Kelola Energi
Proyek UCC ini juga telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional oleh Pemerintah Indonesia dan merupakan kelanjutan pengembangan Tangguh, menyusul penambahan train LNG ketiga yang telah beroperasi pada tahun 2023 lalu dan menambah total kapasitas pencairan pabrik menjadi 11,4 juta ton per tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






