Akurat

Biji Plastik Indonesia Tembus Pasar Taiwan, Raup Potensi Transaksi Rp9,4 Miliar

Hefriday | 5 Juni 2025, 17:17 WIB
Biji Plastik Indonesia Tembus Pasar Taiwan, Raup Potensi Transaksi Rp9,4 Miliar

AKURAT.CO Produk biji plastik polyethylene terephthalate (PET) asal Indonesia mencatat prestasi membanggakan dengan membukukan potensi transaksi sebesar USD582 ribu atau setara Rp9,4 miliar pada hari pertama pameran Plastics, Rubber & Composite Material Fair Taiwan (PMT) 2025.

Pameran tersebut digelar di International Convention & Exhibition Centre (ICC), Tainan, Taiwan, pada 4 hingga 6 Juni 2025.
 
Keikutsertaan Indonesia dalam ajang industri plastik terbesar di Taiwan ini disambut positif oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo.
 
Menurutnya, kehadiran pelaku usaha nasional di pameran ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses pasar sekaligus memperkuat posisi produk plastik Indonesia, khususnya yang berbasis ramah lingkungan.
 
“Kami harap lebih banyak lagi industri plastik, karet, dan material komposit Indonesia yang berani menembus pasar global melalui ajang seperti ini. Pameran ini bukan hanya membuka peluang baru, tapi juga memperlihatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional,” ujar Arif dalam sambutannya saat menghadiri seremoni pembukaan PMT 2025 bersama Wakil Wali Kota Tainan, Chao Ching Hui dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).
 
 
Paviliun Indonesia dalam PMT 2025 menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari plastik bahan baku kemasan hingga biji plastik daur ulang yang ramah lingkungan.
 
Sebanyak sembilan pelaku usaha Indonesia hadir, tergabung dalam tiga asosiasi industri: Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS), serta Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI).
 
“Produk yang kami tampilkan tidak hanya mencerminkan kualitas tinggi dan daya saing global, tetapi juga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Hal ini menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan oleh pasar dunia,” tambah Arif.
 
PMT 2025 merupakan pameran industri plastik, karet, dan komposit terbesar di Taiwan, diselenggarakan oleh International Trade Administration dan Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan.
 
Tahun ini, PMT diikuti sekitar 250 peserta pameran dan menarik lebih dari 9.000 pengunjung dari 40 negara, menjadikannya ajang strategis untuk membangun jejaring bisnis internasional.
 
Sekretaris Jenderal INAPLAS, Fajar Budiono, menyampaikan apresiasi kepada KDEI Taipei atas dukungan penuh terhadap partisipasi Indonesia dalam pameran ini.
 
Ia menyebut, kehadiran Indonesia membuka ruang kerja sama baru dan memperluas jaringan pemasaran produk plastik nasional, khususnya plastik daur ulang.
 
“Semoga pameran kali ini memperkuat iklim usaha produk plastik Indonesia, terutama yang berbasis ramah lingkungan. Dengan terbukanya pasar dan hadirnya mitra baru, nilai ekonomi produk Indonesia menjadi lebih tinggi,” kata Fajar.
 
Dirinya juga menegaskan bahwa permintaan terhadap produk plastik ramah lingkungan di Taiwan dan negara-negara lain terus meningkat. Oleh karena itu, pelaku industri nasional perlu menjadikan inovasi dan keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam memproduksi dan memasarkan produknya.
 
Pencapaian signifikan ini menunjukkan bahwa sektor plastik Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, terutama dalam menghadirkan solusi industri yang mendukung transisi hijau dan pengelolaan limbah plastik berkelanjutan.
 
Ajang seperti PMT 2025 diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha Indonesia untuk tampil dan bertarung di pasar internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa