Akurat Logo

Bahlil Tegaskan Tambang Nikel di Raja Ampat Yang Disetop Punya Antam

Camelia Rosa | 5 Juni 2025, 16:50 WIB
Bahlil Tegaskan Tambang Nikel di Raja Ampat Yang Disetop Punya Antam

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan terdapat beberapa izin pertambangan yang ada di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Namun, lanjutnya, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara, Tri Winarno, hanya ada satu yang beroperasi, yaitu Kontrak Karya (KK) milik PT Gag Nikel, perusahaan yang terafiliasi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

"Sekali lagi saya ulangi, yang beroperasi itu adalah PT Gag Nikel, yang punya ANTAM," jelas Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Bahlil menegaskan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran, maka lewat Dirjen Minerba, pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara operasi PT Gag Nikel.

"Karena di beberapa media yang saya baca, ada gambar yang diperlihatkan itu seperti di Pulau Piaynemo. Piaynemo itu pulau pariwisata Raja Ampat, saya sering di Raja Ampat. Pulau Piaynemo dengan PT Pulau Gag itu itu kurang lebih sekitar 30 km sampai dengan 40 km, dan di wilayah Raja Ampat itu betul wilayah perwisata yang kita harus lindungi," tuturnya.

Baca Juga: ESDM Hentikan Sementara Tambang Nikel Raja Ampat, Bahlil: Tunggu Evaluasi Tim!

Dikatakannya, penghentian sementara operasi PT Gag Nikel tersebut berlaku sementara hingga tim Kementerian ESDM merampungkan proses verifikasi dan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

"(Dihentikan sementara) mulai saya ngomong. Melarang itu bukan seterusnya ya, untuk sementara kegiatan produksinya disetop dulu sampai menungu hasil peninjauan verifikasi dari tim saya," tegasnya.

Bahlil menuturkan, awalnya PT GAG Nikel merupakan pemegang kontrak karya yang dimiliki oleh pihak asing pada periode 1997-1998. Setelah kontrak karya tersebut dihentikan, pengelolaan tambang kemudian diambil alih oleh negara.

Setelah diambil alih oleh negara, kontrak karya tersebut diserahkan kepada PT Antam. Badan usaha milik negara sektor tambang itu lantas mendelegasikannya ke anak perusahaan, PT Gag Nikel untuk menjalankan operasi pertambangan.

"Negara menyerahkan kepada PT Antam. PT Antam itu anak perusahaannya siapa? PT Gag Nikel," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.