AKURAT.CO Pemerintah Indonesia bersiap membangun jaringan kabel transmisi listrik sepanjang lebih dari 47.000 kilometer sirkuit (kms) dalam satu dekade ke depan.
Tak sekadar menjangkau wilayah terpencil, proyek ini juga menjadi instrumen strategis memperkuat kedaulatan energi dan industri dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek masif ini bukan hanya upaya memperluas akses listrik bersih ke seluruh penjuru negeri, tetapi juga cara untuk memaksimalkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di sektor ketenagalistrikan.
“Ini saya harapkan tidak ada impor, ya. Dimaksimalkan semua industri dalam negeri. Karena ini investasinya sekitar Rp400-500 triliun hanya untuk transmisi dan gardu induk. Ini opportunity bagus,” kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/5/2025).
Rencana pembangunan tersebut tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034.
Total jaringan transmisi yang akan dibangun mencapai 47.758 kms dan akan menghubungkan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) ke gardu induk, lalu disalurkan ke rumah tangga melalui jaringan distribusi.
Selama ini, lanjut Bahlil, pengembangan EBT kerap tersendat karena minimnya infrastruktur transmisi. “Kita semua sudah programkan EBT, tetapi ternyata tidak ada jaringannya. Ini yang membuat masalah besar,” ungkapnya.
Secara regional, jaringan transmisi terpanjang akan dibangun di Jawa, Madura, dan Bali (JAMALI) sepanjang 13.900 kms. Disusul Sumatera dengan 11.200 kms, Kalimantan 9.800 kms, Sulawesi 9.000 kms, dan wilayah timur seperti Maluku, Papua, serta Nusa Tenggara sepanjang 3.900 kms.
Sebagai pelengkap, pemerintah juga akan membangun gardu induk dengan kapasitas total sebesar 107.950 mega volt ampere (MVA) di berbagai wilayah. Infrastruktur ini diharapkan mampu menopang interkoneksi sistem tenaga listrik nasional berbasis energi bersih.
Tak hanya soal energi, proyek ini juga membuka peluang investasi senilai Rp565,3 triliun. Bahkan, diproyeksikan akan menyerap sekitar 881 ribu tenaga kerja di berbagai bidang seperti manufaktur, konstruksi, hingga operasional dan pemeliharaan.
Pemerintah mendorong pelaku industri dalam negeri untuk ambil bagian dalam rantai pasok pembangunan transmisi dan gardu induk ini. Langkah ini dianggap penting agar pasar besar dalam negeri tidak sepenuhnya dikuasai oleh produk luar negeri.
Bahlil berharap proyek ini menjadi momentum kebangkitan industri energi dalam negeri. “Kita harus mengamankan TKDN kita. Jangan pasar besar dikasih untuk luar negeri. Harus dalam negeri,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







