Akurat

Pembangkit Listrik Hidrogen Segera Hadir Listriki 10 Ribu Rumah Tangga di Sumba

Hefriday | 29 Mei 2025, 20:27 WIB
Pembangkit Listrik Hidrogen Segera Hadir Listriki 10 Ribu Rumah Tangga di Sumba

AKURAT.CO PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menggandeng perusahaan asal Prancis, Hydrogen de France SA (HDF Energy), untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis hidrogen di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi lebih dari 10 ribu rumah tangga. Kolaborasi strategis ini melibatkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebagai mitra operasional di lapangan.

Proyek tersebut menjadi salah satu terobosan dalam penyediaan energi bersih di wilayah timur Indonesia yang selama ini dikenal masih menghadapi tantangan elektrifikasi.

"Proyek ini akan menyediakan akses energi bersih dan stabil bagi lebih dari 10 ribu rumah tangga di Sumba, tanpa dampak negatif terhadap lingkungan," ujar Direktur Utama SMI, Reynaldi Hermansjah di Jakarta, Kamis (29/5/2025).
 
 
Menurut Reynaldi, pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi akan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal. Dua sektor utama yang diyakini terdorong oleh kehadiran listrik bersih ini adalah pertanian dan pariwisata, dua potensi ekonomi andalan di Sumba.
 
Tak hanya berdampak ekonomi, proyek hidrogen di Sumba ini juga akan membuka lapangan kerja baru. Selama tahap konstruksi dan operasional, setidaknya lebih dari 100 tenaga kerja lokal akan diserap, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
 
Selama 25 tahun masa operasional, proyek ini ditaksir mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 711.946 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e), atau sekitar 28.478 tCO2e per tahun. Jumlah ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian target net zero emission Indonesia.
 
Reynaldi menyampaikan bahwa ketertarikan SMI dalam proyek ini tidak lepas dari komitmen untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Selain itu, kebutuhan blended finance atau pembiayaan campuran juga menjadi alasan untuk menjajaki pendanaan proyek energi hijau tersebut.
 
HDF Energy dikenal memiliki spesialisasi dalam teknologi hydrogen-to-power, yang mengubah hidrogen menjadi energi listrik melalui fuel cell. Pemanfaatan teknologi ini di Sumba dinilai tepat karena karakteristik geografis dan kebutuhan wilayah yang mendukung pengembangan energi terbarukan.
 
Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara para pihak berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai bagian dari kunjungan bilateral.
 
Hingga kuartal I-2025, SMI tercatat telah membiayai 96 proyek terkait iklim dengan nilai komitmen mencapai Rp34,1 triliun dan total nilai proyek Rp175,3 triliun.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 proyek telah dihitung kontribusinya terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dengan total 4 juta tCO2e.
 
Selain aspek lingkungan, proyek-proyek tersebut juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi tambahan. SMI mencatat potensi nilai kredit karbon ekuivalen (carbon credit equivalent) dari proyek-proyeknya mencapai USD14 juta atau sekitar Rp228,13 miliar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa