Akuisisi Semua SPBU Shell, Ini Sepak Terjang Citadel Pacific Limited dan Sefas Group
Camelia Rosa | 24 Mei 2025, 21:47 WIB

AKURAT.CO Shell Indonesia secara resmi mengalihkan seluruh kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ke perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Kendati demikian, Vice President Corporation Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea mengungkapkan kegiatan operasional SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa hingga proses transisi rampung. Proses transisi akuisisi ini ditargetkan rampung pada tahun depan.
"Shell menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia. Merek Shell dan produk BBM berkualitas tetap tersedia untuk pelanggan," jelasnya, dikutip Sabtu (24/5/2025).
Lantas siapa sebenarnya pemilik Citadel Pasific Limited dan Sefas Group dan bagaimana sepak terjang kedua perusahaan tersebut?
Citadel Pacific adalah perusahaan induk swasta yang terdiversifikasi dengan kegiatan operasional di seluruh Asia-Pasifik. Perusahaan sendiri merupakan pemegang lisensi merek Shell di Guam, Saipan, Republik Palau, Makau, dan Hong Kong.
Kepemilikan perusahaan berkisar dari saham pengendali di perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, ritel, distribusi minyak dan gas, properti komersial dan industri, katering dalam penerbangan, dan layanan tenaga kerja.
Akuisisi terkini yang memasuki bisnis Tenaga Surya dan Pusat Data memposisikan Citadel ke industri yang menghadapi masa depan dan berkembang pesat dalam energi terbarukan dan infrastruktur digital.
Pemilk CPL oleh keluarga Delgado dari Filipina. Selama bertahun-tahun, CPL tumbuh melalui akuisisi, pertumbuhan organik, dan kombinasi keduanya. Aset intinya dikelola oleh berbagai tim eksekutif senior dengan keahlian industri yang intensif. Semuanya telah menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam dekade terakhir.
Sementara itu, Sefas Group merupakan perusahaan yang didirikan pada 1997 oleh dua pengusaha asal Indonesia yakni Herman Soegeng dan Ricky Roesli.
Dalam profil yang diunggah di situs resminya, Herman Soegeng adalah seorang pengusaha yang dikenal piawai dalam bisnis. Ia merupakan jebolan Science in Business Administration dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada tahun 1992.
Sementara rekannya yang ikut mendirikan Sefas Group, Ricky Roesli, adalah orang di balik kesuksesan perusahaan merambah berbagai sektor usaha hingga perusahaan dapat sebesar sekarang. Sama dengan Herman, Ricky Roesli juga merupakan lulusan kampus Negeri Paman Sam, tepatnya California University, Fresno, Amerika Serikat, dan lulus pada tahun 1993.
Di perusahaan, Ricky Roesli memimpin Sefas Group dengan jabatan sebagai direktur utama. Sementara Herman Soegeng menduduki posisi komisaris atau wakil pemilik Sefas Group.
Adapun saat ini, Sefas Group mengoperasikan lebih dari 20 kantor dan fasilitas gudang yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Perusahaan ini memulai kiprahnya di industri energi dan distribusi dengan nama PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Timur sebagai distributor resmi pelumas Shell Indonesia. Perusahaan kemudian mengembangkan bisnis mereka dengan nama yang sama ke Kalimantan Selatan pada 2002.
Selanjutnya pada 2005, Sefas Group menambah anak perusahaan di Cilegon dan Banten atas nama PT Tribina Panutan, meski sejatinya perusahaan tersebut telah berdiri sejak 2002.
Kemudian lima tahun setelahnya, ekspansi perusahaan berlanjut dengan pendirian PT Sefas Keliantama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Lalu pada 2010, Sefas Group lalu mendirikan PT Blue Coolant Indonesia yang menyediakan produk seperti radiator coolant dan degreaser.
Sefas lalu menambah anak perusahaan PT Cahaya Samoedera Bersaudara (Samoedera) pada 2013. Ini adalah perusahaan distributor Shell Marine terbesar di dunia, dengan layanan pengiriman pelumas ke lebih dari 40 negara dan 600 pelabuhan utama secara nonstop sepanjang tahun.
Tak berhenti disitu, ekspansi terus berlanjut ke Kalimantan Utara pada 2015 dengan pembentukan entitas baru PT Sefas Pelindotama. Pada 2016, PT Tribina Panutan juga diperluas ke wilayah Tangerang.
Sefas kemudian mendirikan PT Energi Hijau Samoedra Bersaudara pada 2019, memperkuat posisinya di sektor energi berkelanjutan.
Tahun 2022 menandai pendirian PT Sinergi Semesta Pratama di Karawang, yang berfokus pada distribusi pelumas dan bahan bakar. Kemudian, pada 2024, Sefas juga mendirikan PT Pancaputra Mitratama Mandiri di Jawa Timur sebagai bagian dari strategi pertumbuhan nasionalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










