Akurat

Medco Kantongi Perpanjangan Kontrak Blok di Thailand Hingga 2035

Camelia Rosa | 21 Mei 2025, 11:10 WIB
Medco Kantongi Perpanjangan Kontrak Blok di Thailand Hingga 2035

AKURAT.CO PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan telah mendapatkan perpanjangan kontrak untuk blok migas Bualuang di Thailand selama 10 tahun kedepan yaitu hingga 2035.

Direktur dan Chief Administrative Officer Medco Energi, Amri Siahaan mengatakan, perpanjangan kontrak tersebut didapatkan pihaknya pada 17 Desember 2024 lalu.

"Di 2025, internasional cukup aktif. Perpanjangan blok di Thailand kami dapat 10 tahun lagi," jelas Amri ketika ditemui dalam gelaran Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga: Petronas dan Medco Dorong Teknologi CCS untuk Transisi Energi Berkelanjutan

Selain Thailand, Medco sebelumnya juga memiliki target perkembangan eksplorasi di Mexico. Namun setelah melakukan perhitungan, Medco akhirnya memutuskan untuk mundur dari eksplorasi di negara tersebut.

"Mexico (kita) keluar dari sana, exploration blok ada di sana, tidak sebagai operator, sayang kurang menghasilkan rencana kita akan released," urainya.

Amri menyebutkan, saat ini opera migas MEDC paling besar berada di Indonesia disusul middle east.

"Di Afrika, di Tanzania, potensi luar biasa. Semoga kalau itu berkembang, ada proyek besar di sana, sudah discover dan akan rencananya dibangun LNG Plant bersama dengan beberapa major company di sana," tutup Amri.

Baca Juga: Medco Power Groundbreaking Proyek Add On CCPP Berkapasitas 35 MW Di Batam

Sebagai informasi, Medco mendapatkan produksi minyak perdana dari Proyek Pengembangan Fase 4B konsesi Bualuang di Thailand pada 2019 lalu.

Sebelumnya blok migas ini dikelola oleh Ophir Energy Plc. Tingkat produksi awal dari proyek tersebut mencapai 12.900 barel per hari (bopd) atau lebih dari target perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.