Akurat

PTPN IV PalmCo Gandeng PLN Elektrifikasi Pabrik Sawit

Hefriday | 22 April 2025, 10:46 WIB
PTPN IV PalmCo Gandeng PLN Elektrifikasi Pabrik Sawit

AKURAT.CO PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, yang berada di bawah naungan Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memperkuat komitmennya terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan energi dengan menjalin sinergi bersama PT PLN (Persero). 

Kolaborasi strategis ini difokuskan pada elektrifikasi 5 pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah Regional III, Provinsi Riau, dengan total suplai listrik sebesar 8,1 Megawatt (MW).
 
Kerja sama ini menjadi bagian dari lanjutan kemitraan strategis antara BUMN sektor perkebunan dan kelistrikan yang sebelumnya telah terjalin pada masa awal inisiasi elektrifikasi di Regional III, yang dahulu merupakan wilayah operasional PTPN V.
 
Saat itu, integrasi elektrifikasi sudah mulai digagas oleh yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa. 
 
Jatmiko menyebutkan bahwa aliran listrik andal dari PLN telah disambungkan ke lima pabrik sawit, yaitu PKS Sei Rokan, PKS Tandun, dan PKS Terantam masing-masing dengan daya 1,73 MW. Sementara PKS Sei Intan memperoleh 1,385 MW dan PKS Lubuk Dalam sebesar 1,5 MW. 
 
 
“Total 8,1 megawatt listrik yang dialirkan untuk lima PKS,” jelas Jatmiko dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).
 
Elektrifikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang dilakukan di kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar.
 
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan solusi bisnis terintegrasi (Integrated Business Solutions) di Kantor PLN UID Riau-Kepri.
 
Menurut Jatmiko, penyediaan listrik oleh PLN menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan cita-cita PTPN IV PalmCo untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional melalui operasional yang efisien dan berkelanjutan. 
 
“Alhamdulillah, melalui sinergitas dengan PLN, semakin memperkuat ikhtiar kita mewujudkan astacita ketahanan pangan melalui operasional yang didukung sistem kelistrikan yang andal,” ungkapnya.
 
Program elektrifikasi ini termasuk dalam kerangka Electrifying Agriculture (EA), sebuah inisiatif PLN untuk menjamin ketersediaan energi bagi pelaku usaha di sektor agrikultur.
 
Melalui program ini, PTPN IV PalmCo dapat menjalankan proses produksi dengan stabil dan minim gangguan, sehingga efisiensi dan efektivitas kerja pun meningkat secara signifikan.
 
Dalam 5 tahun terakhir, PTPN IV Regional III telah menerapkan beragam strategi berbasis digitalisasi guna memperkuat struktur operasional.
 
Menurut Jatmiko, sistem kelistrikan yang stabil berperan sebagai katalisator dalam penerapan inovasi digital yang tidak sekadar sebagai pendukung, tetapi menjadi penggerak utama dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. 
 
“Kami ingin inovasi menjadi value driver, bukan sekadar pelengkap. Maka, kelistrikan yang andal menjadi kuncinya,” kata dia.
 
Tak hanya itu, Jatmiko juga menyoroti bagaimana elektrifikasi berperan dalam mengoptimalkan pemanfaatan hasil sampingan produksi, seperti cangkang kelapa sawit. Sebelumnya, cangkang digunakan sebagai bahan bakar boiler. 
 
Namun dengan adanya aliran listrik PLN, cangkang tersebut kini dapat dijual sebagai by product, menambah potensi pendapatan perusahaan hingga Rp8,3 miliar per tahun.
 
Dampak positif lainnya dari kerja sama ini adalah pada lingkungan. Dengan mengurangi pembakaran bahan bakar konvensional di pabrik, emisi karbon turut ditekan. Hal ini sejalan dengan target PTPN IV PalmCo untuk menjadi pelaku agribisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
 
Secara keseluruhan, program Electrifying Agriculture di wilayah Regional III telah berhasil memenuhi kebutuhan listrik untuk 12 pabrik kelapa sawit dan lebih dari 8.600 rumah karyawan.
 
Pencapaian ini tidak hanya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pekerja, namun juga mendorong produktivitas dari hulu ke hilir di lingkungan perusahaan.
 
“Kami berharap kerja sama ini bisa terus diperkuat dan dikembangkan untuk kemajuan bersama di masa depan,” tukas Jatmiko.
 
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, Tonny Bellamy, menyampaikan bahwa inisiatif Electrifying Agriculture merupakan wujud nyata kontribusi PLN dalam meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha agribisnis. 
 
“PLN ingin membantu pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan untuk naik kelas melalui efisiensi energi,” ujarnya.
 
Tonny menambahkan bahwa sinergi dengan PalmCo merupakan contoh kolaborasi yang ideal antara BUMN, di mana kedua belah pihak saling menguatkan dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. 
 
“Kami optimistis, langkah ini akan membawa manfaat besar dalam mendorong transformasi PalmCo menjadi perusahaan agribisnis modern yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan,” katanya.
 
Lebih lanjut, PLN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor agribisnis melalui ketersediaan listrik yang stabil dan terjangkau. 
 
“Kami ingin berperan aktif dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di sektor riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegas Tonny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa