Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Generasi Muda Hadapi Tantangan Global di Sektor Energi

AKURAT.CO Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Komjen Pol. (Purn.) Mochamad Iriawan, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan global di sektor energi. Pesan ini disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Cipta Karsa: Tantangan Energi Masa Depan” yang digelar di Universitas Pertamina (Uper), Jakarta, Selasa (15/4/2025).
"Kebutuhan energi yang terus meningkat dan semakin kompleks mendorong kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari solusi berkelanjutan. Saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil, sementara pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025. Oleh karena itu, generasi muda dengan pemikiran segar dan semangat inovatif diharapkan mampu merancang solusi energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," tutur Iriawan dalam keterangan tertulis, Rabu (16/4/2025).
Sejalan dengan pernyataan Iriawan, laporan International Energy Agency (2023) mengungkap bahwa lebih dari 30%kebutuhan energi Indonesia masih bergantung pada impor. Tantangan produksi dalam negeri, seperti sumur migas yang menua dan cadangan minyak yang terus menurun—mendorong urgensi inovasi energi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Gandeng Hyundai, Pertamina Bangun Proyek Hidrogen dari Sampah di Jawa Barat
Oleh karena itu, inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan talenta muda yang kreatif diyakini mampu mendorong terciptanya solusi efektif untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia secara berkelanjutan.
"Pertamina berkomitmen memenuhi kebutuhan energi nasional, namun hal ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi komponen penting dalam menyiapkan talenta unggul di bidang energi," ujar Iriawan.
Iriawan menekankan, masa depan energi tak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Perpaduan antara penguasaan hard skill seperti riset, teknologi, dan inovasi berkelanjutan, yang dibarengi soft skill seperti integritas, kolaborasi, pemikiran kritis, dan mental tangguh, menjadi kunci membentuk talenta di masa depan.
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menambahkan, Universitas Pertamina akan terus sejalan dengan mandat Pertamina.
"Baik center of excellence, kegiatan pendidikan, riset dan penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat, akan diarahkan untuk sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dan dual growth strategy Pertamina, yakni memperkuat bisnis eksisting (strengthening legacy business) dan memperluas bisnis ke sektor energi hijau (new green business)," ungkap Agus.
Senada, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., turut menyampaikan harapannya atas terselenggaranya Kuliah Umum Cipta Karsa.
“Melalui Cipta Karsa, kami ingin menumbuhkan semangat inovatif mahasiswa dalam menjawab tantangan energi masa depan. Universitas Pertamina telah menghadirkan kurikulum berbasis keberlanjutan, riset terapan, serta kolaborasi dengan industri energi untuk mencetak talenta yang siap menciptakan solusi ramah lingkungan dan berdampak nyata,” ujar Wawan.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan peresmian kantor Pertamina Foundation (PF). Sebagai afiliasi dari Pertamina, PF menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti PFseries Beasiswa Sobat Bumi dan Hutan Lestari. Selain itu, PFsains yang telah mendorong hilirisasi 48 inovasi teknologi dan energi, serta PFpreneur yang telah melatih 6.325 pelaku UMKM dan membina 1.078 UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










