Wamendag Dukung Penguatan Peran Perempuan dalam Perdagangan
Hefriday | 15 April 2025, 19:24 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam perekonomian dan perdagangan nasional.
Dirinya menyebut kontribusi perempuan selama ini sangat signifikan, namun masih belum dimanfaatkan secara maksimal karena berbagai tantangan seperti budaya kerja yang patriarkis dan minimnya representasi di posisi kepemimpinan.
Pernyataan itu disampaikan Wamendag Roro dalam gelaran Women Empowerment Conference (WEC) 2025 yang digelar di The Westin, Jakarta. Acara ini mengusung tema besar "Unlock Our Potential, Shaping Our Future of Indonesia", dengan fokus pada pentingnya perempuan dalam politik dan sosial.
“Perempuan menyumbang hampir setengah dari populasi Indonesia. Tapi, sayangnya tingkat partisipasi perempuan di angkatan kerja masih jauh di bawah laki-laki,” kata Roro dalam keterangannya, Selasa (15/4/2025).
Menurut data BPS 2023, kesenjangan ini masih cukup mencolok dan perlu segera ditangani jika Indonesia ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Fakta lain yang ia soroti adalah rendahnya keterlibatan perempuan dalam bisnis formal. Data menunjukkan hanya sekitar 22 persen bisnis formal di Indonesia dimiliki oleh perempuan.
Meski begitu, potensi di sektor digital terlihat cukup menjanjikan. Di platform marketplace seperti Lazada, satu dari tiga pelaku usaha adalah perempuan.
“Kita sedang bicara soal peluang yang besar. Menurut McKinsey Global Institute, jika kesenjangan gender di sektor ekonomi bisa dihapus, PDB global bisa naik sampai USD 28 triliun pada tahun 2025,” tegas Roro.
Namun bukan cuma soal ekonomi, Roro juga menyoroti minimnya perempuan di posisi pimpinan tinggi. Di tingkat eselon II pemerintahan, perempuan hanya menduduki kurang dari 20% jabatan. Padahal, UU No. 7 Tahun 1984 mengamanatkan keterwakilan perempuan minimal 30% di jabatan publik.
Roro juga menyentil soal stereotip gender yang masih melekat kuat. “Perempuan masih sering dianggap tidak tegas atau terlalu emosional dalam mengambil keputusan. Terlebih perempuan muda, sering kali dianggap belum mumpuni,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak para perempuan untuk terus terbuka pada pembelajaran dan berani mengambil peran. Wamendag Roro menekankan bahwa kepemimpinan perempuan punya karakteristik unik dan lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada hasil. Ia pun memuji sejumlah perempuan birokrat yang sudah membuktikan diri mampu memimpin berbagai program strategis di pemerintahan.
Dirinya juga menggarisbawahi pentingnya media dalam mengangkat peran perempuan. Baik media konvensional maupun media sosial, kata dia, bisa jadi alat ampuh untuk mengubah narasi dan mendorong aktualisasi perempuan, termasuk di sektor publik dan ekonomi digital.
Tak ketinggalan, Roro menyebut perempuan sebagai motor utama dalam ekspor, terutama melalui sektor UMKM dan ekonomi digital. Meski masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses pasar dan literasi digital, sejumlah inisiatif seperti pelatihan, digitalisasi, hingga inkubasi bisnis telah membuka peluang bagi perempuan untuk menembus pasar global.
Kementerian Perdagangan pun tak tinggal diam. Mereka sedang mendorong empat langkah strategis yakni reformasi kebijakan yang lebih inklusif gender, pelatihan dan inkubasi usaha perempuan, penguatan kepemimpinan dan representasi perempuan, serta perluasan akses pembiayaan yang berpihak pada perempuan berpenghasilan rendah.
Sebagai penutup paparannya, Wamendag Roro optimistis bahwa perempuan Indonesia bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional. “Dengan kebijakan yang tepat, perempuan bisa jadi pelaku ekspor andal sekaligus pemimpin masa depan yang membawa perubahan,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









