Kuota Impor Pangan Dihapus, Wamentan Janji Tetap Prioritaskan Industri Dalam Negeri
Hefriday | 10 April 2025, 17:47 WIB

AKURAT.CO Wacana penghapusan kuota impor oleh pemerintah kembali jadi sorotan, apalagi setelah pernyataan tegas dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberi angin segar bagi pelaku usaha.
Meski begitu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan merugikan industri dalam negeri.
“Kuota impor yang akan dihapus itu terbatas, bukan semua sektor. Dan yang pasti, kita tetap prioritaskan produksi dalam negeri,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan ini justru ditujukan untuk merampingkan jalur distribusi dan memangkas birokrasi yang selama ini dianggap tidak efisien.
“Selama ini kuota impor banyak diatur oleh pihak tertentu. Mereka yang menentukan jumlah, mereka yang pegang hak khusus. Pak Presiden melihat ini tidak adil,” katanya.
Ia mencontohkan sektor daging beku, yang kebutuhannya banyak datang dari industri pengolahan makanan.
“Misalnya butuh impor daging beku, yang butuh itu kan industri. Ya sudah, biarkan industri yang langsung impor. Nggak perlu lewat pihak ketiga,” jelasnya.
Salah satu alasan di balik penghapusan kuota ini adalah permintaan langsung dari pelaku usaha, khususnya yang bermitra dengan perusahaan global. Banyak dari mereka mengeluhkan rumitnya perizinan impor di Indonesia.
“Presiden mendengar langsung keluhan pengusaha, terutama dari AS. Mereka bilang regulasi impor kita bikin negosiasi mereka jadi terhambat,” kata Sudaryono.
Presiden Prabowo sendiri mengaku sudah memberikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih untuk segera mencabut aturan kuota.
Dalam Sarasehan Ekonomi Nasional beberapa hari lalu, ia menyampaikan niat untuk menyederhanakan aturan agar dunia usaha lebih fleksibel.
“Yang jelas kemarin, Menko, Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua DEN semua hadir, saya bilang, hilangkan kuota-kuota impor. Terutama untuk barang-barang kebutuhan masyarakat,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, langkah ini juga bagian dari reformasi besar-besaran di sektor ekonomi. Ia ingin para pengusaha merasa lebih nyaman dan bebas untuk berusaha tanpa terhambat oleh regulasi yang berbelit.
“Bebas. Tidak lagi kita tunjuk-tunjuk hanya ini yang boleh, itu nggak boleh. Itu bagian dari kita untuk memudahkan iklim usaha. Bikin supaya pengusaha merasa dimudahkan,” ujarnya tegas.
Namun, baik Prabowo maupun Sudaryono menekankan bahwa produksi dalam negeri tetap akan jadi prioritas utama.
“Bukan berarti dibuka selebar-lebarnya lalu industri lokal kita mati, nggak. Kita tetap lindungi yang di dalam negeri,” tukas Sudaryono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









