Akurat

Korsel Gandeng RI Tekan Emisi Karbon Lewat Bali E-mobility Project

Hefriday | 10 April 2025, 17:42 WIB
Korsel Gandeng RI Tekan Emisi Karbon Lewat Bali E-mobility Project

AKURAT.CO Dalam upaya serius menekan emisi karbon dan mendorong penggunaan energi bersih, Pemerintah Indonesia bersama Global Green Growth Institute (GGGI) dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Korea Selatan atau Korsel menjalin kerja sama strategis di bidang transportasi berkelanjutan.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan sistem kendaraan listrik di Bali melalui Bali E-mobility Project.

Proyek ini bukan sekadar wacana, tapi sudah masuk tahap konkret. Dalam pertemuan tingkat tinggi antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan di Jakarta, Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan bahwa kendaraan listrik merupakan kunci dalam transisi menuju ekonomi hijau.

"Salah satu strategi mencapai ekonomi hijau adalah melalui transisi menuju transportasi berkelanjutan yang mengadopsi kendaraan listrik,” ujar ebrian dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Jepang Gandeng Korsel Amanan Pasokan Mineral

Bali dipilih bukan tanpa alasan. Selain karena potensi pariwisatanya yang luar biasa, provinsi ini juga memiliki regulasi yang mendukung energi bersih.

Dua peraturan gubernur yang menjadi pijakan utama adalah Pergub No. 45 Tahun 2019 tentang Energi Bersih dan Pergub No. 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

GGGI bersama Pemerintah Korea Selatan memberikan dukungan penuh, termasuk dari sisi pendanaan dan keahlian teknis.

"Melalui proyek ini, kami berharap dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi di Bali dan menunjukkan kelayakan bus listrik untuk transportasi umum di berbagai kota lain,” kata Country Representative GGGI Indonesia, Rowan Fraser.

Proyek ini akan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas sebagai Executing Agency, sedangkan Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM akan bertindak sebagai Implementing Agency. Pemprov Bali sendiri akan menjadi penerima manfaat utama dari proyek kendaraan listrik ini.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Korea, Lee Byounghwa, turut hadir dalam penandatanganan kerja sama. Ia menyatakan harapannya agar kerja sama ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen kedua negara dalam mewujudkan planet yang lebih hijau.

"Saya berharap pertemuan hari ini menjadi titik balik Indonesia dan Republik Korea untuk memperkuat kerja sama demi planet yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” katanya.

Proyek Bali E-mobility bukan hanya soal kendaraan listrik, tapi juga mencakup studi kelayakan rute, jumlah dan jenis armada, lokasi depo, serta sistem pengisian daya yang sesuai kebutuhan masyarakat dan wisatawan Bali.

Tim dari Korea dijadwalkan akan mengunjungi Bali untuk melihat langsung potensi implementasi proyek ini.

Wamen PPN Febrian juga menyampaikan target ambisius Bali dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. "Transportasi berkelanjutan diharapkan berkontribusi pada target Pemprov Bali untuk mengurangi 41.516 ton emisi gas rumah kaca pada 2026,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia siap belajar dari pengalaman Korea dalam perencanaan, pendanaan, hingga pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.

Proyek ini sejalan dengan visi jangka panjang Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, yang menempatkan transisi energi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Jika berhasil, Bali bisa menjadi model nasional untuk kota-kota lain yang ingin beralih ke transportasi ramah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa