Akurat

KPR Ditolak Bank? Simak Penyebab dan Cara Menghindarinya

Hefriday | 1 April 2025, 18:45 WIB
KPR Ditolak Bank? Simak Penyebab dan Cara Menghindarinya

AKURAT.CO Membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah salah satu cara paling populer bagi masyarakat untuk memiliki hunian impian. Namun, tidak semua pengajuan KPR berjalan mulus.

Ada banyak kasus di mana bank menolak pengajuan KPR seseorang, dan sering kali penolakan ini terjadi tanpa peringatan yang jelas.

Dikutip dari beberapa laman Keuangan, Selasa (1/4/2025), berikut beberapa tanda bahwa pengajuan KPR-mu berisiko ditolak dan alasan di balik keputusan bank tersebut.

Tanda-Tanda Pengajuan KPR Ditolak

- Proses Verifikasi yang Berjalan Lama

Jika bank membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk memproses pengajuan KPR, bisa jadi ada masalah dalam dokumen atau riwayat keuangan yang membuat mereka ragu.

- Pihak Bank Tidak Menghubungi untuk Konfirmasi Lebih Lanjut

Biasanya, jika pengajuanmu berjalan lancar, pihak bank akan menghubungi untuk verifikasi tambahan atau informasi lebih detail. Jika tidak ada kabar sama sekali, ini bisa jadi pertanda buruk.

Baca Juga: BTN Kian Efisien, 20 Persen Proses KPR Beralih ke Bale

- Skor Kredit Tidak Memenuhi Syarat

Bank akan mengecek riwayat kreditmu sebelum menyetujui KPR. Jika skor kredit buruk atau ada riwayat cicilan macet, kemungkinan besar pengajuan KPR akan ditolak.

- Pendapatan Tidak Sesuai dengan Standar Bank

Setiap bank memiliki standar minimal pendapatan bagi pemohon KPR. Jika penghasilan bulananmu dianggap tidak cukup untuk menutupi cicilan, bank kemungkinan besar menolak permohonanmu.

- Terdapat Masalah pada Dokumen

Jika dokumen seperti slip gaji, laporan pajak, atau surat kepemilikan properti tidak lengkap atau tidak valid, bank bisa langsung menolak pengajuan KPR.

- Tingkat Utang yang Terlalu Tinggi

Jika kamu memiliki banyak cicilan lain, seperti kartu kredit atau pinjaman pribadi, bank akan mempertimbangkan bahwa beban utangmu sudah terlalu tinggi dan berisiko gagal bayar.

- Status Pekerjaan Tidak Stabil

Bank lebih memilih pemohon dengan pekerjaan tetap dan penghasilan stabil. Jika kamu bekerja freelance atau memiliki kontrak kerja yang tidak tetap, ada kemungkinan bank menolak pengajuan KPR-mu.

Alasan Pengajuan KPR Ditolak

- Skor Kredit Buruk atau Riwayat Keuangan Buruk

Bank menggunakan skor kredit sebagai indikator apakah pemohon layak mendapatkan pinjaman. Jika ada tunggakan atau pembayaran cicilan yang pernah terlambat, bank akan menganggap kamu berisiko gagal bayar.

- Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Valid

Persyaratan dokumen seperti KTP, NPWP, slip gaji, dan rekening koran harus sesuai dengan ketentuan bank. Jika ada dokumen yang tidak sah atau kurang, bank bisa langsung menolak permohonan KPR-mu.

Baca Juga: Sama-sama Untuk Biayai Hunian, Ini Perbedaan KPR dan KPA

- Rasio Utang Terlalu Tinggi (Debt to Income Ratio)

Bank biasanya mempertimbangkan rasio utang terhadap pendapatan sebelum menyetujui KPR. Jika total cicilan yang kamu miliki sudah lebih dari 30–40% dari penghasilan bulanan, kemungkinan besar pengajuanmu akan ditolak.

- Properti yang Diajukan Bermasalah

Tidak semua properti bisa dijadikan agunan KPR. Jika rumah yang ingin kamu beli memiliki status kepemilikan yang tidak jelas, berada di area risiko tinggi, atau tidak sesuai dengan kebijakan bank, KPR bisa langsung ditolak.

- Penghasilan Tidak Memadai

Bank membutuhkan kepastian bahwa pemohon KPR mampu membayar cicilan setiap bulan. Jika gaji atau pendapatanmu di bawah standar yang ditetapkan bank, pengajuan bisa saja tidak disetujui.

- Pekerjaan Tidak Stabil

Pemohon yang bekerja sebagai freelancer, kontrak sementara, atau wiraswasta tanpa laporan keuangan yang jelas sering kali dianggap berisiko tinggi oleh bank, sehingga lebih sulit mendapatkan persetujuan KPR.

Tips Agar KPR Tidak Ditolak

- Pastikan Skor Kredit Baik

Selalu bayar tagihan tepat waktu dan hindari tunggakan agar riwayat kredit tetap bersih.

- Siapkan Dokumen dengan Lengkap dan Valid

Pastikan semua dokumen yang diminta bank tersedia dan sesuai dengan ketentuan.

- Jaga Rasio Utang agar Tetap Sehat

Sebisa mungkin, lunasi pinjaman lain sebelum mengajukan KPR agar rasio utang lebih rendah.

- Pilih Properti yang Sesuai dengan Standar Bank

Pastikan rumah yang kamu beli memiliki legalitas yang jelas dan sesuai dengan kebijakan bank.

- Tingkatkan Penghasilan dan Stabilitas Pekerjaan

Jika memungkinkan, cari pekerjaan dengan status tetap atau tambahkan sumber penghasilan agar lebih meyakinkan bagi bank.

Mengajukan KPR memang tidak selalu mudah, tetapi dengan persiapan yang matang, peluang untuk mendapatkan persetujuan bisa lebih besar. Pastikan kamu sudah memahami tanda-tanda penolakan dan alasan di baliknya agar bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat sebelum mengajukan permohonan KPR ke bank.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa