Akurat

Airlangga Sebut RI Tetap Lanjut JETP Meski AS Cabut

Camelia Rosa | 24 Maret 2025, 16:53 WIB
Airlangga Sebut RI Tetap Lanjut JETP Meski AS Cabut

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa program Just Energy Transition Partnership (JETP) tetap berlanjut meskipun Amerika Serikat memutuskan untuk mengundurkan diri.

"Pada pertemuan ini adalah komitmen dari Jerman dan Jepang untuk tetap menjadi co-lead daripada JETP, walaupun Amerika mengundurkan diri. Jadi ini komitmen untuk JETP dilanjutkan, dan targetnya adalah untuk mendukung transisi energi di Indonesia Menuju net zero emission di tahun 2060 atau lebih cepat," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/3/2025). 
 
Dijelaskan Airlangga, selain dukungan dari kedua negara tersebut, organisasi internasional seperti Glasglow Financial Alliance for Nef Zero Emission (GFANZ), Bank Dunia dan Uni Eropa juga berkomitmen dalam mendukung inisiatif pendanaan transisi energi  tersebut. 
 
 
"Indonesia tetap menetapkan target 31,89% secara mandiri hingga 43% apabila mendapatkan dukungan financial internasional di tahun 2030," imbuhnya. 
 
Airlangga bilang, untuk mencapai target tersebut, pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH). 
 
"Berdasarkan keputusan Menko Perekonomian Nomor 141/2025, satgas ini dientuk memiliki empat kelompok kerja utama, yaitu energi hijau, industri hijau, kemitraan dan investasi hijau, serta pengembangan sosial ekonomi dan sumber daya manusia," tuturnya. 
 
Airlangga menyebutkan, dari implementasi JETP sebanyak 54 proyek telah menerima dukungan pendanaan internasional dengan komitmen USD1,1 miliar. 
 
Ia pun merincikan, sembilan proyek mendapatkan pendanaan dalam bentuk pinjaman atau ekuitas. Sementara 45 proyek lainnya menerima hibah senilai USD233 juta. 
 
"Dan International Partners Group (IPG) juga telah mengamankan jaminan senilai USD1 miliar melalui Multilateral Development Banks (MDB) Guarantee untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek transisi energi bersih," tukas Airlangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.