Akurat

ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Lewat Aplikasi Resmi Bukan Calo

Yosi Winosa | 17 Maret 2025, 22:19 WIB
ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Lewat Aplikasi Resmi Bukan Calo

AKURAT.CO ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau seluruh pemudik agar membeli tiket penyeberangan lebih awal melalui aplikasi atau website Ferizy.

Hal ini dilakukan guna memastikan perjalanan yang lancar selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025.

Selain itu, ASDP juga menerapkan kebijakan tarif satu harga atau single tariff pada layanan kapal express di lintasan Merak–Bakauheni dengan diskon hingga 36 persen untuk kendaraan penumpang.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan dengan membeli tiket lebih awal.

Ia mengingatkan bahwa seluruh pengguna jasa wajib memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, karena tidak ada lagi penjualan tiket secara langsung di lokasi.

Baca Juga: Lebaran 2025, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Hingga 36% di Pelabuhan Merak

"Dengan membeli tiket sejak jauh-jauh hari, masyarakat dapat terhindar dari kepadatan dan memastikan perjalanan lebih nyaman serta terjadwal," jelas Herudalam acara Media Gathering ASDP 2025 di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Heru menyebutkan, pada Angkutan Lebaran 2025, ASDP mencatat ada sembilan lintasan utama yang masuk dalam pantauan nasional, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Ajibata–Ambarita, Penajam–Kariangau, dan Bajoe–Kolaka.

Selain itu, lanjut Heru, ASDP juga menyiapkan layanan di pelabuhan perbantuan, yakni Ciwandan–Wika Beton dan Bojonegara–Muara Pilu, guna mengurangi kepadatan di lintasan utama.

"Dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai 4,56 juta orang dan total kendaraan sebanyak 1,13 juta unit atau meningkat sekitar 10 persen dari realisasi tahun lalu, ASDP memastikan kesiapan operasional dengan total 68 unit dermaga yang siap digunakan, terdiri dari 56 unit milik ASDP dan 12 unit non-ASDP.

Selain itu, sebanyak 203 unit kapal juga telah disiapkan, yang terdiri dari 59 kapal ASDP Group dan 144 kapal reguler non-ASDP," tutur Heri.

Ia menambahkan, untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan utama selama arus mudik dan balik, ASDP bersama pemangku kepentingan telah menyusun strategi pengaturan pola operasi dan pengalihan kendaraan.

Pada arus mudik dari Jawa menuju Sumatera, kendaraan mobil kecil dan bus diarahkan melalui Pelabuhan Merak, sementara sepeda motor serta truk Golongan VB dan VIB akan melalui Pelabuhan Ciwandan.

Adapun truk Golongan VII, VIII, dan IX akan dialihkan ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya.

Pengalihan arus kendaraan juga diterapkan di jalur tol, di mana kendaraan yang keluar melalui Exit Tol Cilegon Timur akan diarahkan ke Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ, sementara kendaraan yang keluar melalui Exit Tol Merak akan dialihkan sesuai dengan jadwal check-in.

Sepeda motor dan truk yang melintas di Pertigaan Cilegon Timur akan diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan.

"Sementara itu, pada arus balik dari Sumatera menuju Jawa, kendaraan sepeda motor, mobil, bus, serta truk Golongan VB akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sedangkan truk Golongan VIB, VII, VIII, dan IX akan dialihkan melalui Pelabuhan Wika Beton dan Bandar Bakau Jaya," tukas Heru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.