Akurat

Pertamina NRE Prirotaskan Proyek Geothermal Dapat Pendanaan dari Danantara

Camelia Rosa | 11 Maret 2025, 22:15 WIB
Pertamina NRE Prirotaskan Proyek Geothermal Dapat Pendanaan dari Danantara

AKURAT.CO PT Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE) bakal memprioritaskan proyek panas bumi atau geothermal untuk mendapatkan pendanaan dari Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

"Kenapa geothermal? Karena memang geothermal itu udah jelas bisa jadi baseload. Dan kita udah punya tuh. Yang 3 giga itu udah punya tuh," jelas CEO Pertamina NRE ketika ditemui di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Diungkapkan John, baseload sendiri mengacu kepada peran energi panas bumi sebagai sumber daya yang dapat menyediakan pasokan listrik secara stabil dan berkelanjutan tanpa terbatas waktu seperti sumber energi yang lain.

Baca Juga: Pertamina Kaji Ulang Rencana Akuisisi 20 Persen Saham Perusahaan EBT Filipina

"Kalau geothermal kan dia baseload artinya 24 jam dia ready. Tapi kalau banyu, bayu kan engga," imbuhnya.

Kendati demikian, John menekankan bahwa pihaknya hingga kini masih sanggup membiayai proyek-proyek transisi energinya sendiri tanpa suntikan dari Danantara.

Namun dirinya tidak menampik apabila kedepan pihaknya membutuhkan pendanaan dari Danantara apabila proyek kelolaannya membutuhkan biaya yang lebih besar.

"Pendanaan itu bisa dari mana aja. Tapi sekarang ini sih, Alhamdulillah kita sendiri juga bisa pendanaan. Tapi kalau misalkan it happens to be bigger, perlu pendanaan lebih besar, ya pastinya lah kita akan lari ke Danantara," tutur John.

John pun memperkirakan besaran dana yang dibutuhkan untuk mengelola proyek EBT di tahun 2029 hingga 2039 mencapai USD6 miliar dolar AS.

"Itu baru proyeksi, ya. Itu dinamis (bisa berubah)," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.