Kapan Kejagung Periksa Alfian Nasution, Dirut Patra Niaga Sebelum Riva Siahaan?
Camelia Rosa | 7 Maret 2025, 14:23 WIB

AKURAT.CO Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada 2018-2023 cukup menyita perhatian publik.
Sebab kasus ini telah menyeret tujuh tersangka, di antaranya Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional Sani, Dinar Saifuddin dan VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono.
Kemudian Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhamad Kerry Andrianto Riza; Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.
Bahkan, Kejagung telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini yakni Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya dan VP Trading Produk Pertamina Patra Niaga.
Tak sampai disitu, Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus melakukan pemeriksaan beberap saksi hampir setiap harinya.
Terakhir, Kejagung memeriksa 9 (sembilan) orang saksi dimana salah satunya Direktur Jenderal Migas pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 Djoko Siswanto.
Kendati demikian, status Riva yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka memicu banyak pertanyaan. Pasalnya, Riva diketahui baru menempati posisi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga pada 15 Juli 2023.
Hal lainnya yang juga memunculkan pertanyaan yaitu, mengapa Kejagung hingga saat ini belum juga memanggil Dirut Pertamina Patra Niaga periode 2018 hingga 2021, Alfian Nasution?
Alfian dinilai layak diperiksa oleh penyidik Kejagung apalagi Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan bahwa pengusutan kasus ini terfokus pada tahun 2018 hingga 2023, tidak pada tahun 2024.
Sehingga, pejabat Pertamina yang menjabat dalam periode tersebut tidak ada alasan untuk luput dari pemeriksaan penyidik Kejagung.
Namun demikian, Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar menegaskan bahwa tim penyidik Jampidsus Kejagung belum pernah menggeledah rumah Alfian Nasution itu.
Padahal sejauh ini, tim penyidik Jampidsus Kejagung sudah tujuh kali melakukan penggeledahan di sejumlah tempat.
Di antaranya Jakarta Pusat, Bintaro, Tangerang Selatan, Depok, dan Jakarta Selatan terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang merugikan negara mencapai Rp193,7 triliun.
Profil Alfian Nasution
Alfian Nasution memiliki jenjang karir yang cukup lama di Pertamina Group terutama pada bidang pemasaran dan perkapalan. Pria kelahiran Pekanbaru, 14 Februari 1967 merupakan lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI).
Saat ini, Alfian Nasution menjabat sebagai Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina yang sebelumnya dijabat oleh Erry Widiastono.
Sebelum ditunjuk sebagai Direksi Pertamina, Alfian merupakan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT Pertamina International Shipping (PIS).
Profil Riva Siahaan
Sebagai perbandingan, artikel kali ini juga menyertakan rekam jejak karir Riva Siahaan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung dalam kasus ini.
Riva Siahaan juga memang bukan sosok baru di lingkungan PT Pertamina (Persero). Ia telah lama berkarir di Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) tersebut.
Dikutip dari lama resmi Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menempuh pendidikan Sarjana Manajemen Ekonomi di Universitas Trisakti dan lulus pada 1999.
Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang Magister Business Administration di Oklahoma City University, Amerika Serikat, yang ditempuh-nya pada 2001 hingga 2003.
Dalam riwayat pekerjaan yang tercantum di profil LinkedIn miliknya, Riva memulai karir sebagai Account Manager di Matari Advertising dari Maret 2005 hingga Maret 2007.
Setelah itu, ia bergabung dengan TBWA Indonesia sebagai Assistant Account Director dari Maret 2007 hingga September 2008.
Riva mulai berkarir di Pertamina sejak September 2008 sebagai Key Account Officer hingga Maret 2010. Karir-nya terus berkembang, ia kemudian menjabat sebagai Senior Bunker Officer I dari April 2010 hingga Januari 2015.
Berkat pengalamannya, ia dipercaya untuk bertugas di Pertamina Energy Services Pte. Ltd di Singapura sebagai Bunker Trader pada Februari 2015 hingga Februari 2016.
Setelah menyelesaikan tugasnya di Singapura, Riva kembali ke Jakarta dan menduduki posisi Senior Officer Industrial Key Account di PT Pertamina (Persero) dari Februari 2016 hingga April 2018.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Pricing Analyst, Market and Product Development – Retail Fuel Marketing dari Maret 2018 hingga April 2019.
Karir Riva semakin menanjak ketika ia ditunjuk sebagai Vice President (VP) Crude and Gas Operation di PT Pertamina International Shipping (PIS) dari April 2019 hingga Desember 2020.
Kemudian, ia dipercaya menjadi VP Sales & Marketing PIS dari Desember 2020 hingga Mei 2021. Tak lama setelahnya, Riva diangkat menjadi Commercial Director PIS dari Mei hingga Oktober 2021.
Pada Oktober 2021, Riva dipindahkan ke subholding Pertamina lainnya, yakni Pertamina Patra Niaga. Ia pertama kali menjabat sebagai Corporate Marketing and Trading Director hingga Juni 2023.
Kemudian, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Juni 2023, Riva resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, menggantikan Alfian Nasution yang saat ini menjabat sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










