Menko Airlangga dan CEO Eramet Bahas Rencana Penguatan Ekosistem Nikel di Indonesia

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan CEO Eramet, Christel Bories melakukan pertemuan bilateral di KBRI Paris. Diman dalam pertemuan ekslusif tersebut, keduanya menyepakati perlunya penyusunan roadmap dan estimasi kapasitas produksi dalam pengembangan industri nikel di Indonesia.
Usut punya usut, Eramet merupakan salah satu investor dalam sektor pertambangan dan industri hilir, terutama nikel.
"Hal ini akan dijadikan pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam pemberian dukungan kepada Eramet sebagai upaya pengembangan ekosistem nikel di Indonesia," jelas Airlangga melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Senada dengan Airlangga, Christel menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya masih memerlukan informasi mengenai ketersediaan bahan baku yang diperlukan untuk pelaksanaan produksi di Indonesia.
Baca Juga: Soal Bank Emas, Menko Airlangga: Opsi Bagi Nasabah
Diketahui, Eramet juga telah beberapa kali menyampaikan komitmennya kepada Pemerintah Indonesia untuk mendukung hilirisasi industri melalui investasi dalam pengembangan fasilitas manufaktur hijau untuk memproduksi baterai Electric Vehicle, terutama di Weda Bay, Halmahera Tengah.
Pemerintah Indonesia menyambut baik usulan tersebut guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.
"Untuk menjamin komitmen industri hijau tersebut, lokasi industri dimaksud nantinya dapat ditempatkan berdekatan dengan sumber energi hidro guna menjamin penggunaan energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," lanjut Airlangga.
Dalam pertemuan bilateral ini, Eramet juga menyatakan keinginan untuk berinventasi lebih lanjut di Indonesia dengan mitra lokal pada sektor critical minerals.
Eramet juga berkeinginan mencari peluang investasi, terutama di hilirisasi, dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Eramet juga menyampaikan dukungannya untuk percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EUCEPA) dengan European Comission, dalam rangka peningkatan investasi dan perdagangan Indonesia dan Uni Eropa, terutama dengan Prancis.
Baca Juga: Usai Aturan DHE SDA Terbaru, Menko Airlangga Taksir Tambahan Devisa Cuma USD80 Miliar
Airlangga menegaskan, komitmen bersama antara Indonesia dan Eramet dapat membangun kemitraan yang kuat dalam mempercepat tansformasi industri hijau Indonesia dan mendukung rantai pasok global.
"Kemitraan Indonesia dan Eramet memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi, memperkuat industri nikel dan baterai kendaraan listrik, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua pihak,” sambung Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










