RI Tawarkan Investasi Energi Terbarukan ke 35 Delegasi Perusahaan Prancis
Demi Ermansyah | 27 Februari 2025, 23:31 WIB

AKURAT.CO Pemerintah kembali mencari investor asing dalam rangka percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Dimana salah satu upaya terbaru adalah mengundang 35 delegasi perusahaan asal Prancis yang tergabung dalam asosiasi pengusaha internasional MEDEF.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan dari Prancis memiliki peluang besar untuk berinvestasi di sektor ini.
"Potensi energi terbarukan kita sangat besar, tetapi pemanfaatannya masih minim. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi investor untuk masuk," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Saat ini, total potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 3.700 gigawatt, tetapi baru sekitar 1% yang dimanfaatkan, atau sekitar 13,08 gigawatt. Salah satu sumber energi terbesar adalah energi surya dan panas bumi, di mana Indonesia memiliki cadangan geotermal terbesar kedua di dunia.
"Dengan potensi sebesar ini, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam energi terbarukan. Tapi kita butuh investasi besar untuk mengembangkan teknologi dan infrastrukturnya," kata Rosan.
Menurut Rosan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk memudahkan investasi di sektor ini. Regulasi yang lebih jelas dan insentif bagi investor diharapkan bisa menarik minat lebih banyak perusahaan asing.
"Kita butuh mitra strategis yang bisa membantu percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia. Prancis adalah salah satu negara yang punya pengalaman dan teknologi di bidang ini, jadi kerja sama ini sangat menjanjikan," tambahnya.
Dengan semakin banyaknya dukungan dari investor asing, pemerintah optimistis bahwa pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia bisa meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
"Tentunya, ini bukan sekedar soal investasi, tapi juga komitmen kita untuk masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan," ucap Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










