Alasan IBC Ganti Nama Jadi New Energy Materials Investment Holding
Camelia Rosa | 17 Februari 2025, 17:35 WIB

AKURAT.CO Indonesia Battery Corporation (IBC) berganti nama menjadi New Energy Materials Investment Holding.
Perubahan ini disampaikan oleh Direktur Utama IBC, Toto Nugroho saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Diungkapkan Toto, perubahan nama ini berfungsi untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daa alam yang dimiliki oleh seluruh pemegang saham IBC.
Pasalnya ia menuturkan, perubahan ini ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Pemegang Saham (PPS) dengan empat pemegang saham IBC antaralain PT Inalum, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).
"Dari sisi misinya, kami sekarang disebut New Energy Materials Holding. Kenapa seperti itu, karena untuk mendapatkan nilai tambah yang paling optimal dari seluruh aset kita terutama di MIND ID, itu banyak sekali baterai materials yang kita bsia optimalkan," jelas Toto.
Toto mengakui bahwa perubahan ini juga cukup signifikan dibandingkan posisi iBC sebelumnya yang hanya merupakan project development company.
Pasalnya saat ini, IBC sudah bertransformasi menjadi investment holding untuk proyek-proyek terkait baterai.
"Garis besar itu perubahan yang cukup signifikan dari sebelumnya, dan ini juga ditandai dengan penandatangan PPS kami yang terbaru dengan empat pemegang saham," imbuhnya.
Tidak hanya membuat komponen baterai listrik, lanjut Toto, perusahaan juga akan mengeksekusi hal-hal yang juga berkaitan dengan critical raw materials.
Apalagi saat ini masing-masing anggota MIND ID telah mengolah banyak potensi Indonesia seperti nikel, cobalt, tin atau timah, coal atau batu bara, copper atau tembaga, emas dan bauksit.
"Sehingga kalau dari masing-masing ini kalau kita tarik dari sisi proses ataupun hilirisasi yang bisa dilakukan, itu banyak sekali yang akan menjadi bahan-bahan yang kita sebutnya tadi New Energy Materials Holding," tukas Toto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










