AKURAT.CO Pemerintah terus menekankan pentingnya peningkatan produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan guna mendukung program swasembada pangan, energi, dan hilirisasi sumber daya alam.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan bahwa industri sawit harus berkembang tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan konferensi internasional kelapa sawit dan lingkungan (ICOPE) 2025 di Sanur, Denpasar, Bali.
Menurut Sudaryono, peningkatan produktivitas sawit dapat dilakukan melalui intensifikasi, yaitu memanfaatkan benih unggul serta menerapkan tata kelola dan perawatan yang baik tanpa harus memperluas lahan.
"Ekstensifikasi dilakukan dengan pendekatan berkelanjutan yang tidak menyebabkan deforestasi. Pemerintah juga mendorong kajian komprehensif terkait dampak lingkungan sebelum melakukan ekspansi lahan sawit," ujar Sudaryono, Rabu (12/2/2025).
Salah satu strategi lain yang menjadi fokus adalah program peremajaan sawit atau replanting. Dalam program ini, metode tumpang sari diterapkan dengan menanam padi gogo di lahan kering serta jagung untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Pelaksanaan ICOPE 2025 dinilai memiliki peran penting dalam mendorong inovasi di industri kelapa sawit. Konferensi ini membahas berbagai riset mengenai sawit, mulai dari benih unggul, penggunaan pupuk, dampak perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Dengan inovasi ini, industri sawit diharapkan semakin efisien dan mampu memenuhi tuntutan keberlanjutan global.
Indonesia saat ini merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 58% dari total produksi global. Oleh karena itu, keberlanjutan industri ini menjadi faktor krusial dalam mendukung perekonomian nasional dan ekspor.
Selain itu, industri kelapa sawit juga menjadi elemen penting dalam hilirisasi sumber daya alam dan program makan bergizi yang tengah digalakkan pemerintah.
Dalam sektor energi, kelapa sawit memainkan peran strategis melalui program biodiesel B40, yakni campuran 40% minyak sawit dalam bahan bakar diesel. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
Namun, tantangan global terhadap industri kelapa sawit masih cukup besar. Direktur Konservasi Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Dewi Lestari Yani Rizki, menilai bahwa industri sawit harus serius dalam menerapkan tata kelola yang berkelanjutan.
Hal ini menjadi kunci dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin ketat terkait isu lingkungan dan perubahan iklim.
Senada, Chairman and CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky Oesman Widjaja, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia berharap konferensi ini dapat menghasilkan solusi konkret untuk menjadikan industri sawit sebagai bagian dari solusi global terhadap perubahan iklim.
Komitmen terhadap pertanian berkelanjutan juga menjadi fokus utama bagi perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia. Upaya seperti penerapan praktik terbaik, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pelestarian ekosistem terus diupayakan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan.
ICOPE ke-7 yang diselenggarakan di Sanur, Denpasar, Bali pada 12-14 Februari 2025 ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, India, Belanda, Prancis, Malaysia, Inggris, Finlandia, Kolombia, dan Spanyol.
Konferensi ini menjadi wadah penting dalam merumuskan strategi transformasi industri sawit agar lebih ramah lingkungan dan mampu beradaptasi dengan tantangan iklim global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









