Akurat

Erick Thohir Tunjuk Perumnas Jadi PMO BUMN, Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Camelia Rosa | 11 Februari 2025, 10:47 WIB
Erick Thohir Tunjuk Perumnas Jadi PMO BUMN, Akselerasi Program 3 Juta Rumah

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi rencana kerja sama antara sektor swasta dan BUMN dalam mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu visi Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu upaya pemerintah mempercepat realisasi program 3 juta rumah yakni percepatan pembangunan 123.000 rumah dimana Perum Perumnas menjadi PMO atau project management office.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta perwakilan dari Kadin, Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), dan Perumnas, disepakati pentingnya payung hukum yang jelas dalam kerja sama BUMN dan swasta.

"Kita ingin memastikan antara private sector dan BUMN bekerja secara transparan. Karena pelayanan kepada rakyat dan masyarakat itu merupakan kata kunci, dan kepercayaan publik menjadi sangat penting," terang Erick, dikutip Selasa (11/2/2025).

Baca Juga: Inovatif, Perum Perumnas Tawarkan Hunian DP Nol Rupiah hingga Cicilan Rp49 Ribu per Hari

Menurutnya, berbagai skema kerja sama akan diterapkan dalam proyek ini, termasuk joint venture hingga Kerja Sama Operasi (KSO). Dalam waktu dekat, BUMN telah menyiapkan 792 hektare lahan untuk pembangunan 123 ribu rumah di lima lokasi yang dapat segera dikembangkan.

Perumnas juga ditunjuk Erick menjadi Project Management Office atau PMO untuk memastikan proses percepatan berjalan sesuai dengan rencana. "Itu akan difokuskan pada 792 hektare lahan yang telah siap dikembangkan. Kurang lebih 123 ribu rumah bisa dilakukan percepatannya. Sudah ada 5 lokasi yang clean and clear yang nanti akan kami dorong dan tinjau dalam waktu dekat," tegas Erick.

"Kami yakin rekan-rekan swasta yang hadir ini sangat kredibel. Makanya, kita ingin pelaksanaan ini maksimal demi pelayanan kepada rakyat dan masyarakat," tukasnya lagi.

Berantas Pengembang Nakal

Dalam kesempatan yang sama, Erick pun menegaskan pentingnya transparansi dan kepercayaan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Untuk itu pemerintah berkomitmen memberantas para pengembang nakal.

"Saya menyambut positif rencana kerja sama swasta dengan BUMN dalam program tiga juta rumah. Kita sendiri sedang merapikan kerja sama dengan developer, yang menurut kita sebelumnya kurang baik, harus kita perbaiki," ujar Erick.

Disampaikan Erick, BTN sebelumnya juga telah mengambil langkah signifikan dalam menyelesaikan 118 ribu kasus sertipikat rumah yang belum terbit. Hingga kini, sebanyak 80 ribu kasus telah dituntaskan dengan menggunakan dana internal BTN yang disiapkan dari dana pencadangan jika dana retensi developer tidak mencukupi.

Namun, masih terdapat 38 ribu kasus yang akan diselesaikan dalam tiga tahun ke depan dengan kebutuhan dana serupa.

"Ini 80 ribu sertipikat kita sudah selesaikan, dengan pendapatan atau keuntungan BTN, ini bukan uang pemerintah. Tapi, ke depan tidak bisa seperti ini terus. Kita harus kembali membangkitkan kepercayaan masyarakat, orang kecil yang nyicil 20 tahun, 50 persen dari gajinya, selesai menyicil, sertipikatnya tidak keluar, atau pun rumahnya tidak jadi," tutur Erick.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.