PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Hijau dengan Energy Modelling Canggih

AKURAT.CO PT PLN (Persero) terus berupaya memperkuat pengembangan sistem kelistrikan hijau melalui kerja sama strategis dengan perusahaan energy modelling asal Australia, Energy Exemplar. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi kompleksitas sistem kelistrikan di masa depan seiring meningkatnya bauran energi baru dan terbarukan (EBT).
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa peralihan dari pembangkit berbasis batu bara ke pembangkit EBT, seperti surya dan angin, menimbulkan tantangan baru.
“Dulu, sistem kelistrikan kita didominasi pembangkit batu bara yang bersifat baseload, sehingga lebih sederhana. Ke depan, sistem akan didominasi oleh pembangkit EBT yang bersifat intermiten, sehingga lebih kompleks,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).
Baca Juga: Bos PLN Pastikan Keandalan Listrik Selama Libur Nataru 2025
Untuk menghadapi tantangan ini, PLN mendesain pengembangan pembangkit fast-response serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage system). Langkah ini diambil guna memastikan kestabilan pasokan listrik kepada pelanggan, terutama dalam menghadapi karakteristik intermiten dari EBT.
Selain itu, PLN tengah mempersiapkan operasional Smart Grid, sebuah sistem kelistrikan berbasis digital yang mampu mengelola energi secara end-to-end. “Smart Grid menjadi solusi untuk memastikan sistem kelistrikan yang lebih efisien dan stabil di tengah kompleksitas yang meningkat,” tambah Darmawan.
Kerja sama dengan Energy Exemplar, pengembang sistem Plexos energy modelling, menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan ini. Sistem energy modelling baru yang digunakan akan jauh lebih canggih dan berbasis spasial.
Hal ini memungkinkan PLN merancang jalur transmisi hijau sepanjang 70 ribu kilometer, yang menghubungkan pembangkit hydro dan geothermal di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara ke pusat-pusat permintaan di Jawa dan wilayah lainnya.
“Diperlukan energy modelling berbasis spasial untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik di seluruh Indonesia. Jalur transmisi hijau ini akan menjadi tulang punggung pengembangan kelistrikan yang berkelanjutan,” kata Darmawan.
Selain itu, PLN akan melakukan studi komparatif dan benchmarking dengan sistem kelistrikan di berbagai negara. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa rancangan sistem kelistrikan Indonesia tidak hanya efisien tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan global.
“Melalui kerja sama ini, kita dapat mempelajari berbagai best practice dari negara lain untuk memperkuat sistem kelistrikan kita,” ujar Darmawan.
PLN juga menargetkan transformasi menyeluruh dalam perencanaan kelistrikan. Dengan energy modelling canggih yang terintegrasi, PLN berupaya meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya energi, baik untuk pembangkit berbasis EBT maupun jaringan transmisi yang mendukungnya.
Langkah strategis ini menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik nasional. “Kerja sama ini adalah bagian dari upaya kita untuk merancang sistem kelistrikan yang jauh lebih robust (tangguh) dan mendukung masa depan energi hijau Indonesia,” tukas Darmawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










