"Sebagai bagian dari mata rantai pasok penyediaan BBM di Indonesia, kami memastikan kilang dapat beroperasi optimal sehingga produksi berjalan sesuai perencanaan," ujar Hermansyah.
KPI juga telah bersinergi dengan Pertamina Group untuk menjaga pasokan BBM tetap aman selama periode libur panjang tersebut. Berbagai strategi telah dipersiapkan, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga kesiapan sumber daya manusia, guna menjamin produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
Hermansyah menjelaskan bahwa ketersediaan bahan baku minyak mentah untuk diolah selama periode Natal dan Tahun Baru telah dipastikan aman. Stok minyak mentah di kilang saat ini memiliki ketahanan hingga 17 hari, dengan kapasitas pengolahan lebih dari 1 juta barel per hari.
“Kami menjaga keandalan kilang dengan mengelola bahan kimia pendukung serta material fast moving lainnya dalam stok yang sangat aman,” jelasnya.
Selama periode 14-31 Desember, KPI akan memproduksi berbagai jenis BBM dan bahan bakar lainnya, termasuk 7,53 juta barel Gasoline, 11,40 juta barel Gasoil, 1,75 juta barel Avtur, serta 1,23 juta barel Marine Fuel Oil Low Sulphur yang ramah lingkungan.
"Produksi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang ramah lingkungan," kata Hermansyah.
Untuk memastikan operasional kilang berjalan tanpa hambatan, KPI telah mengatur jadwal kerja tenaga operasional dan memastikan seluruh pekerja dalam kondisi fit to work melalui pemeriksaan kesehatan harian. "Pekerja kami sudah memahami tanggung jawabnya, terutama di momen penting seperti Natal dan Tahun Baru," tambah Hermansyah.
Sebagai bagian dari pengamanan operasional, KPI mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru. Satgas ini bertugas mengoordinasikan operasional kilang baik di unit produksi maupun kantor pusat, serta terintegrasi dengan Pertamina (Persero).
"Satgas ini bertanggung jawab memastikan kilang dapat mencapai target produksi sesuai rencana," jelas Hermansyah.
Hermansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang terus mendukung kelancaran operasional kilang. "Kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak sangat penting untuk menjalankan tugas kami dalam menyediakan energi bagi masyarakat," ujarnya.
Sebagai anak perusahaan Pertamina, KPI berkomitmen menjalankan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aspek bisnisnya. KPI juga telah menjadi anggota United Nations Global Compact (UNGC) dan mendukung Sepuluh Prinsip Universal yang diterapkan dalam strategi operasionalnya.
"Kami terus berusaha untuk menjadi perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia yang bertanggung jawab sosial dan berwawasan lingkungan," kata Hermansyah.
Hermansyah berharap KPI dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi dengan menjaga kualitas, keandalan, dan keberlanjutan operasional. "Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis dapat mendukung pasokan energi nasional selama periode Natal dan Tahun Baru," tukasnya.