Akurat

Citroen, BYD dan AION Bakal Bangun Pabrik di Indonesia

Yosi Winosa | 16 Desember 2024, 16:43 WIB
Citroen, BYD dan AION Bakal Bangun Pabrik di Indonesia

AKURAT.CO Indonesia semakin serius mengukuhkan diri sebagai pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa 3 produsen mobil global yakni BYD, Citroen, dan AION, akan membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).  

Ketiga perusahaan tersebut akan menerima sejumlah insentif, termasuk bebas bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 15%. "Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah lokasi investasi yang menarik, terutama bagi pelaku industri otomotif global," ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/12/2024).
 
Menurut Agus, pemberian insentif ini bertujuan untuk menciptakan daya saing yang lebih kuat di tingkat regional. Kebijakan fiskal tersebut memberikan sinyal positif kepada investor bahwa regulasi di Indonesia mendukung pengembangan industri kendaraan listrik.  
 
 
"Ini bukan sekadar kebijakan insentif, melainkan langkah strategis untuk menempatkan Indonesia sebagai pusat manufaktur KBLBB di ASEAN," tambahnya. Agus juga menekankan bahwa insentif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri yang inklusif dan berkelanjutan.  
 
Sebagai bagian dari upaya mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, pemerintah Indonesia akan memperluas pemberian insentif pajak. Mulai 1 Januari 2025, kendaraan hybrid juga akan menikmati PPnBM DTP sebesar 3%.
 
Kebijakan ini melengkapi berbagai insentif yang sebelumnya telah diterapkan, seperti PPN DTP 10 %untuk kendaraan listrik berbasis baterai Completely Knocked Down (CKD), serta PPnBM DTP 15% dan bebas bea masuk untuk kendaraan listrik impor Completely Built-Up (CBU).  
 
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju kendaraan rendah emisi, sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dan meningkatkan pangsa kendaraan listrik di pasar domestik.  
 
Keputusan tiga produsen mobil besar untuk berinvestasi di Indonesia tidak lepas dari posisi strategis negara ini di pasar ASEAN. Dengan populasi besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia menawarkan potensi pasar yang menjanjikan.  
 
"Investasi ini bukan hanya tentang membangun pabrik, tetapi juga mengembangkan rantai pasok yang terintegrasi di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen utama kendaraan listrik di kawasan," kata Agus.  
 
Pemerintah berharap kehadiran pabrik-pabrik baru ini dapat mendorong inovasi teknologi dalam industri otomotif domestik. Dalam jangka panjang, transfer teknologi dari produsen global ke pelaku industri lokal diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dalam negeri.  
 
"Pabrik-pabrik ini akan membawa teknologi terbaru yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi lokal. Kami ingin industri otomotif Indonesia tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga menjadi pemimpin," jelas Agus.  
 
Kebijakan pemerintah dalam mendukung industri KBLBB tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan investasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan industri ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.  
 
Di sisi lain, transisi menuju kendaraan listrik juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di jalan, emisi gas rumah kaca diharapkan dapat berkurang secara signifikan, mendukung komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris untuk menurunkan emisi karbon.  
 
Selain memfasilitasi produsen besar, pemerintah juga berupaya melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik. "Kami ingin memastikan bahwa UMKM memiliki peran dalam ekosistem ini, baik sebagai pemasok komponen maupun penyedia layanan pendukung," kata Agus.  
 
Melalui kemitraan dengan perusahaan global, UMKM lokal diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya dan menjadi bagian dari rantai pasok internasional. Hal ini sekaligus mendukung tujuan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan inklusif yang melibatkan semua lapisan masyarakat.  
 
Dengan dukungan kebijakan insentif yang kompetitif dan investasi dari perusahaan global, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di ASEAN. Kehadiran pabrik-pabrik baru ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif global, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  
 
"Pemerintah akan terus memperkuat regulasi dan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. Kami ingin memastikan bahwa Indonesia siap menghadapi masa depan yang lebih hijau dan inovatif," tukas Agus.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa