Aruna Soroti Potensi Maritim dan Peran Perempuan di Kancah Internasional

AKURAT.CO Industri perikanan dan kelautan Indonesia memiliki potensi besar, baik dalam ekonomi biru maupun dalam pemberdayaan perempuan.
Sebagai pelaku utama di industri ini, Aruna diundang untuk berbicara tentang ekonomi biru, budidaya rumput laut, dan pemberdayaan perempuan dalam beberapa agenda internasional.
Beberapa acara internasional yang dihadiri Aruna meliputi “Connecting Land Agriculture with Blue Economy and Role of Digitalisation” yang diselenggarakan oleh Agri-Food Tech Expo Asia 2024, serta “Who Holds the Key to Growth in the Emerging Seaweed Markets” pada Asia-Pacific Agri-Food Innovation Summit 2024 di Singapura.
Selain itu, Aruna juga berpartisipasi dalam “The Role of Women in Fishing Communities and New Challenges” yang digelar oleh International Conference of Fishing Communities di Jeju, Korea Selatan.
Dalam acara tersebut, Aruna diwakili oleh Utari Octavianty, Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna.
Baca Juga: Alasan Ridwan Kamil Batal Ajukan Gugatan ke MK: Bentuk Simpati kepada Warga Jakarta
Utari menjelaskan tantangan dalam industri agrikultur, khususnya di sektor perikanan dan kelautan, seperti biaya logistik yang tinggi dan infrastruktur yang terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, Aruna fokus pada pemeliharaan rantai dingin dengan memproduksi es gel secara mandiri guna menjaga kualitas produk.
Utari juga menekankan pentingnya pemberian pelatihan yang konsisten bagi nelayan dan masyarakat pesisir untuk mendukung penerapan ekonomi biru.
“Pendampingan jangka panjang sangat diperlukan, dimulai dari skala kecil, sebelum berkembang ke skala yang lebih besar dengan dukungan teknologi yang lebih maju,” ujarnya.
Sebagai contoh, Aruna bekerja sama dengan petani rumput laut yang siap memperluas produksi mereka dan menghubungkan mereka dengan perusahaan atau program pemerintah yang mendukung pertumbuhan industri ini.
Indonesia, sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, memanfaatkan potensi tersebut untuk mengembangkan produk ramah lingkungan, seperti plastik yang dapat terurai secara alami.
Baca Juga: NBA Hari Ini: Boston Celtics Raih Kemenangan ke-20 dengan Kalahkan Detroit Pistons
Utari, yang telah berkecimpung di industri perikanan dan kelautan sejak 2016, menyadari pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan keberlanjutan ekonomi biru.
Sekitar 42 persen perempuan Indonesia terlibat dalam sektor perikanan, tidak hanya sebagai pengelola alat tangkap atau keuangan rumah tangga, tetapi juga berperan dalam operasi di kota, sektor manufaktur, hingga posisi strategis di pemerintahan yang memengaruhi kebijakan sektor perikanan.
Aruna berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan industri perikanan dan kelautan, dengan fokus pada advokasi ekonomi biru, eksplorasi potensi kelautan, serta pemberdayaan perempuan dalam sektor ini.
“Kami ingin mendorong perubahan yang positif dan berkelanjutan di sektor perikanan,” tutup Utari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










