Akurat

Ekonomi Digital RI Ditaksir Tembus USD90 Miliar pada 2024

Hefriday | 13 November 2024, 23:36 WIB
Ekonomi Digital RI Ditaksir Tembus USD90 Miliar pada 2024

AKURAT.CO Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diprediksi akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar USD90 miliar pada tahun 2024.

Ini mencatat kenaikan sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Laporan ini menyoroti sektor-sektor utama yang berkontribusi terhadap ekonomi digital Indonesia, termasuk e-commerce, keuangan digital, dan perjalanan online, serta tren teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

Sektor e-commerce tetap menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia, dengan nilai GMV yang mencapai USD65 miliar pada 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11% dari tahun sebelumnya.

Platform e-commerce besar di Indonesia terus berinovasi, salah satunya dengan menghadirkan fitur video commerce untuk memperkaya pengalaman pengguna. Pertumbuhan konten video dari kreator lokal juga menjadi salah satu faktor pendorong dalam sektor ini, dengan peningkatan jumlah video yang diunggah oleh kreator mencapai 16% dari tahun 2022 hingga 2024.

eBaca Juga: Google : Ekonomi Digital Indonesia Bakal Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara pada 2024

AI mulai menjadi kekuatan baru dalam lanskap digital Indonesia. Penerapan AI meluas ke sektor pemasaran, game, dan pendidikan, memungkinkan bisnis untuk meningkatkan iklan yang lebih personal, dan pengalaman pelanggan yang lebih interaktif. Seiring meningkatnya minat terhadap AI, kapasitas pusat data di Indonesia diperkirakan akan tumbuh 268% dari kapasitas 202 MW saat ini, guna mendukung perkembangan layanan berbasis AI dan pertumbuhan data.

“Seiring berkembangnya lanskap digital, video commerce dan ekonomi kreator terus bertumbuh di Indonesia,” ujar Veronica Utami, Country Director Google Indonesia dalam Perss google indonesia soal pekembangan pertumbuhan AI di indonesia, Rabu (13/11/2024).

"Minat terhadap AI semakin tinggi, terutama di Kalimantan Timur, Jakarta, dan Kepulauan Riau," tambahnya.

Selain e-commerce, sektor lain juga menunjukkan peningkatan pesat. Beberapa pencapaian utama dalam sektor digital Indonesia pada 2024, pertama dengan pertumbuhan GMV tercepat sebesar 24%, sektor ini diperkirakan mencapai GMV USD9 miliar. Tingginya minat perjalanan internasional pascapandemi mendorong sektor ini, terutama untuk perjalanan intra-regional di Asia Tenggara.

Kedua, pertumbuhan 19% dalam pembayaran digital menjadikan sektor ini sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara dengan GMV USD404 miliar. Layanan pinjaman digital juga terus berkembang, diprediksi mencapai GMV USD9 miliar.

Ketiga, GMV sektor transportasi tumbuh dari USD2 miliar pada 2023 menjadi USD3 miliar pada 2024, didorong oleh pemulihan permintaan dan ekspansi ke kota-kota kecil. Keempat, peningkatan permintaan konsumen menyebabkan GMV sektor ini naik dari USD5 miliar pada 2023 menjadi USD6 miliar pada 2024.

Terakhir adalah pertumbuhan konsisten sebesar 12% dalam sektor ini, dengan GMV yang diproyeksikan mencapai USD8 miliar pada 2024, didorong oleh konten digital, game, dan layanan streaming.

Aadarsh Baijal, Partner di Bain & Company, mengungkapkan bahwa ekonomi digital Indonesia diharapkan akan meningkat dua kali lipat hingga tahun 2030, didorong oleh sektor e-commerce dan perjalanan online. Kelas menengah yang semakin besar dan meningkatnya kebutuhan pengelolaan keuangan pascapandemi akan semakin memperkuat sektor layanan keuangan digital.

Meski sentimen investor masih rendah dengan total pendanaan sebesar USD300 juta dari 51 transaksi di paruh pertama 2024, sektor teknologi finansial (fintech), layanan kesehatan, dan AI menunjukkan potensi besar untuk menarik lebih banyak investasi di masa depan.

Cassie Wu, Direktur Asia Tenggara di Temasek, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk berinvestasi pada ekonomi digital Indonesia guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Untuk menjaga kepercayaan digital, penting bagi platform dan perusahaan untuk menyediakan fitur keamanan seperti enkripsi dan autentikasi dua faktor. Veronica Utami menambahkan bahwa keamanan digital menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan pengguna. Adopsi AI diharapkan mampu meningkatkan perlindungan dari ancaman siber.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa