Akurat

Calon Menteri UMKM Prabowo Minta UMKM Dilibatkan oleh Industri Komponen Kendaraan Listrik

Hefriday | 9 Oktober 2024, 15:25 WIB
Calon Menteri UMKM Prabowo Minta UMKM Dilibatkan oleh Industri Komponen Kendaraan Listrik

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VII, Maman Abdurahman, yang juga disebut-sebut sebagai bakal Menteri UMKM, meminta agar UMKM dilibatkan dalam program pemerintah maupun pelaku industri terkait komponen kendaraan listrik. 

Menurutnya, pelibatan UMKM dalam program seperti peralihan ke kendaraan listrik dinilai akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi keberlanjutan usaha kecil maupun perekonomian nasional secara keseluruhan.

"Kalau memang itu sudah berjalan, mohon untuk sebagai part-part dukungan itu melibatkan UMKM," ujarnya di sela RDP Audiensi Terkait Motor Listrik Komisi VII DPR dengan perwakilan PT Terang Dunia Internusa (United Bike) di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
 
"Calon Menteri UMKM, mungkin tadi masukan yang bagus, bisa dimasukan ke kesimpulan nanti," timpal Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat tersebut. 
 
 
Selain meminta pelibatan UMKM, Maman juga mengusulkan agar diksi "subsidi" dalam kendaraan listrik diganti menjadi insentif karena sering kali mengikat aturan yang sangat ketat dari Kementerian Keuangan, sehingga menyebabkan pemerintah harus memperlakukan kebijakan tersebut sama dengan subsidi energi lainnya.
 
Hal ini, menurutnya, membatasi fleksibilitas pemerintah dalam mendukung program-program tersebut, khususnya yang melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Jika kita tetap menggunakan diksi subsidi, maka seluruh aturan dan mekanisme dari Kementerian Keuangan akan mengarah pada perlakuan seperti subsidi energi lainnya," imbuhnya. 
 
Ia juga menyoroti bahwa subsidi seringkali hanya diberikan kepada kelompok yang dianggap kurang mampu, seperti pada kasus subsidi energi, sementara program seperti peralihan ke motor listrik perlu target yang lebih luas dan strategis.

Dalam wacana peralihan ke kendaraan listrik, Maman memandang bahwa insentif dapat menjadi alat untuk merubah perilaku masyarakat dalam menggunakan bahan bakar fosil. "Kenapa jadi insentif? Adalah untuk merubah behavior masyarakat yang awalnya mengkonsumsi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik," tuturnya.

Melalui perubahan ini, Maman berharap pemerintah tidak kewalahan dalam mencapai target kuota kendaraan listrik yang sudah ditetapkan. Dengan menggunakan insentif, diharapkan ada lebih banyak fleksibilitas dalam penyaluran bantuan, serta dukungan lebih luas untuk UMKM dan masyarakat dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa