5 Hal Yang Perlu Pemerintah Lakukan Untuk Genjot Industri Halal RI
Hefriday | 4 Oktober 2024, 20:18 WIB

AKURAT.CO Penguatan ekosistem halal menjadi aspek penting dalam membangun fondasi ekonomi syariah yang berkelanjutan di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin dalam sektor halal secara global.
Hal ini dibahas melalui Diskusi Publik INDEF pada Jumat (4/10/2024) yang bertema Penguatan Ekosistem Halal Untuk Masa Depan Ekonomi dan Keuangan Syariah. Pada tahun 2023, kontribusi sektor halal telah mencapai 23% dari ekonomi nasional, terutama melalui industri pertanian, makanan dan minuman halal, pariwisata ramah Muslim (PRM), serta fesyen Muslim.
Menurut Vice Head of Center for Sharia Economic Development INDEF, Handi Risza, untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif perekonomian atau industri halal, setidaknya dibutuhkan 5 strategi yang solid guna memperkuat ekosistem halal.
Baca Juga: Malaysia, Indonesia dan Thailand, Mana Yang Paling Menarik Minat Investor Industri Halal?
1. Identifikasi Sektor Kunci dalam Rantai Nilai Halal (Halal Value Chain)
1. Identifikasi Sektor Kunci dalam Rantai Nilai Halal (Halal Value Chain)
Sektor halal mencakup berbagai industri dari hulu ke hilir yang membentuk Halal Value Chain (HVC), termasuk produksi bahan mentah, proses pengolahan, distribusi, dan konsumsi akhir. Sektor unggulan seperti pertanian dan industri makanan halal telah menjadi tulang punggung HVC.
Pariwisata ramah Muslim dan fesyen Muslim juga memainkan peran penting, menggerakkan ekonomi lokal dan memanfaatkan pasar global yang terus berkembang. Langkah pertama dalam memperkuat ekosistem halal adalah mengidentifikasi sektor-sektor kunci yang berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
2. Tingkatkan Infrastruktur dan Sertifikasi Halal
Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan ekosistem halal adalah infrastruktur yang belum memadai dan proses sertifikasi yang sering kali lambat. Penguatan standar halal melalui sertifikasi yang diakui secara global akan membantu Indonesia bersaing di pasar internasional.
Pemerintah bersama dengan lembaga sertifikasi harus berkolaborasi untuk menyederhanakan proses sertifikasi dan memastikan transparansi dalam seluruh rantai pasokan. Digitalisasi sertifikasi halal juga bisa menjadi solusi untuk mempercepat proses tersebut.
3. Teknologi dan Inovasi untuk Mendukung Ekosistem Halal
3. Teknologi dan Inovasi untuk Mendukung Ekosistem Halal
Era digital memberikan peluang besar untuk memperkuat ekosistem halal, terutama melalui e-commerce, teknologi blockchain untuk sertifikasi halal, dan platform pemasaran digital.
Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku industri halal dapat meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi, sekaligus memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap standar halal. Inovasi dalam pengolahan makanan halal, pengemasan, dan distribusi yang lebih efisien juga dapat meningkatkan daya saing di pasar global.
4. Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
4. Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
Penguatan ekosistem halal memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. Pemerintah perlu memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang ramah investasi dan infrastruktur, sementara sektor swasta bisa mengambil peran dalam pengembangan produk halal yang inovatif dan berkualitas.
Universitas dan lembaga riset juga berperan penting dalam mengembangkan teknologi baru serta melahirkan wirausahawan muda di sektor halal.
5. Potensi Pasar Global
5. Potensi Pasar Global
Pasar halal global diproyeksikan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan, terutama di sektor makanan halal, pariwisata, dan fesyen. Namun, tantangan yang dihadapi, termasuk persaingan dengan negara lain, serta regulasi yang berbeda-beda antar negara, perlu diatasi. Penguatan ekosistem halal yang berfokus pada standar global, kualitas produk, dan efisiensi rantai pasokan akan menjadi kunci untuk meraih peluang di pasar internasional.
Dengan mengoptimalkan teknologi, meningkatkan sertifikasi halal, dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, Indonesia bisa memimpin dalam pembangunan ekonomi halal yang berkelanjutan dan kompetitif di masa depan.
Dengan mengoptimalkan teknologi, meningkatkan sertifikasi halal, dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, Indonesia bisa memimpin dalam pembangunan ekonomi halal yang berkelanjutan dan kompetitif di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









