Cepat Cuan Dengan Fitur Baru WhatsApp Business, Buruan Coba
Demi Ermansyah | 22 Agustus 2024, 19:33 WIB

AKURAT.CO WhatsApp Business baru-baru ini dianggap mampu meningkatkan jumlah pelanggan karena masyarakat Indonesia cenderung aktif dalam menggunakan WhatsApp untuk berinteraksi dengan bisnis.
Di mana melalui temuan yang diungkapkan melalui survei kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan bersama oleh Boston Consulting Group (BCG) dan Meta pada periode Maret hingga April 2024.
Survei tersebut melibatkan 400 perusahaan dari berbagai sektor industri, seperti layanan keuangan, barang konsumsi kemasan, dan e-commerce, serta dari berbagai skala usaha, mencakup 183 perusahaan besar (lebih dari 200 karyawan) dan 217 usaha kecil dan menengah (UKM).
"Penting bagi bisnis untuk memanfaatkan perpesanan dalam berinteraksi dengan konsumen," ujar Pieter Lydian, Country Director Indonesia Meta, dalam acara WhatsApp Business Summit (WABS) di Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Pieter menambahkan, survei ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di garis depan dalam tren perpesanan bisnis. Hampir 90% orang dewasa pengguna internet di Indonesia mengirimkan pesan kepada bisnis setidaknya sekali seminggu, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 79,4%.
Baca Juga: WhatsApp Business Luncurkan Fitur Baru Untuk Pelaku Usaha
Senada dengan Pieter, Vice President of Southeast Asia and Emerging Markets Meta, Benjamin Joe menegaskan bahwa Indonesia memiliki populasi digital terbesar keempat di dunia dan merupakan salah satu negara dengan tingkat penetrasi mobile tertinggi.
Senada dengan Pieter, Vice President of Southeast Asia and Emerging Markets Meta, Benjamin Joe menegaskan bahwa Indonesia memiliki populasi digital terbesar keempat di dunia dan merupakan salah satu negara dengan tingkat penetrasi mobile tertinggi.
"Tak heran jika 88 persen orang Indonesia saat ini mengirim pesan kepada bisnis setidaknya sekali dalam seminggu, sama seperti mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga," paparnya.
Pieter juga mengungkapkan bahwa survei tersebut menunjukkan 87% konsumen memilih perpesanan sebagai metode utama untuk berkomunikasi dengan bisnis. "Sebanyak 68 persen konsumen merasa frustrasi jika bisnis tidak menyediakan opsi perpesanan sebagai cara untuk berkomunikasi," lanjutnya.
Dari sudut pandang teknik pemasaran, Pieter menyebutkan bahwa metode full funnel activation (strategi pemasaran yang menyeluruh dan fokus pada kebutuhan serta pengalaman pelanggan) terbukti 7 kali lebih efektif dengan menggunakan perpesanan.
Situasi ini juga didukung oleh fakta bahwa mayoritas perusahaan (8 dari 10) sudah berencana untuk berinvestasi dalam kecerdasan buatan generatif (gen AI). "Oleh karena itu, penting bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan platform perpesanan dalam berinteraksi dengan konsumen modern," tutupnya.
Fitur Baru
Dalam ajang ini, Meta juga mengungkap beberapa fitur baru WhatsApp Business. Berikut rinciannya:
1. Verifikasi Meta
Verifikasi Meta untuk WhatsApp kini tersedia melalui aplikasi WhatsApp Business bagi UKM di Indonesia yang memenuhi syarat. Lencana terverifikasi alias centang putih Meta pada profil bisnis ini diklaim akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Bisnis yang menggunakannya akan menerima dukungan akun tingkat lanjut serta akses multi-perangkat untuk karyawan mereka. Fitur ini juga akan tampil di halaman WhatsApp Channels dan Business sehingga mudah dibagikan di media sosial dan situs web
2. WA call
WhatsApp sedang menguji fitur baru berupa telepon WhatsApp langsung ke akun bisnis. Fitur ini nantinya bisa diaktifkan melalui WhatsApp Business Platform. Perusahaan menyebut akan memperluas fitur ini untuk menjangkau lebih banyak bisnis dalam waktu dekat.
3. Meta AI
WhatsApp, menurut keterangan perusahaan, mulai menerapkan teknologi AI untuk membantu bisnis meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan. Teknologi ini juga memungkinkan mereka membuat iklan tanpa biaya tambahan.
WhatsApp sedang menguji fitur baru berupa telepon WhatsApp langsung ke akun bisnis. Fitur ini nantinya bisa diaktifkan melalui WhatsApp Business Platform. Perusahaan menyebut akan memperluas fitur ini untuk menjangkau lebih banyak bisnis dalam waktu dekat.
3. Meta AI
WhatsApp, menurut keterangan perusahaan, mulai menerapkan teknologi AI untuk membantu bisnis meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan. Teknologi ini juga memungkinkan mereka membuat iklan tanpa biaya tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









