MIND ID Perkuat Peran Indonesia Dalam Supply Chain Mineral Dunia

AKURAT.CO BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berkomitmen untuk selalu terbuka dalam menjalin peluang kerja sama internasional dalam memperkuat ekosistem industri mineral tambang Indonesia.
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo menjelaskan bahwa kerja sama internasional ditujukan agar pengembangan ekosistem industri dari komoditas mineral tambang Indonesia dapat berjalan lebih optimal.
"MIND ID terbuka untuk menjalin kerja sama bilateral dengan berbagai negara baik China, Amerika, dan lainnya dalam pengelolaan rantai nilai mineral kritis dan mineral strategis. Kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengembangan industri mineral indonesia dengan menggandeng pelaku industri global," katanya dikutip Jumat (26/7/2024).
Baca Juga: Piala Presiden: Lawan Bali di Laga Pamungkas Malam Nanti, Persija Jakarta Fokus Pulihkan Kebugaran
Dilo menjelaskan kerja sama internasional yang telah terjalin seperti kolaborasi antara MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan Ford Motor Co dalam pengembangan industri baterai.
Selain itu, Grup MIND ID juga terus menjajaki potensi kerja sama dengan pabrikan mobil dari Eropa, seperti Volkswagen.
Kolaborasi juga terjalin antara Anggota Holding MIND ID lainnya yakni PT Freeport Indonesia dengan Freeport McMoran pada proyek smelter konsentrat tembaga dengan teknologi single line terbesar dunia.
Dilo mengatakan banyak pelaku industri global yang tertarik pada komoditas mineral tambang di Tanah Air.
Baca Juga: Google Pixel 9 Series Akan Dilengkapi Layar OLED Samsung
Hal ini menjadi keuntungan bagi Indonesia untuk terus memanfaatkan sebaik-baiknya sumber daya alam yang ada untuk memberikan manfaat luas bagi bangsa.
"MIND ID selaku strategic holding proaktif melakukan evaluasi tawaran kerja sama tersebut, agar mampu memberikan nilai tambah semaksimal mungkin dalam mendukung visi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia demi kesejahteraan bersama," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









