Akurat

Simak! Begini 5 Strategi Marketing yang Perlu Digunakan Bisnis B2B

Mitha Theana | 9 Juli 2024, 13:11 WIB
Simak! Begini 5 Strategi Marketing yang Perlu Digunakan Bisnis B2B

AKURAT.CO Dalam dunia bisnis B2B (business to business), strategi marketing yang efektif sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan dan keberlanjutan perusahaan.

B2B  marketing memang memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan B2C (business to consumer), di mana fokus utama penjualan produk atau layanannya adalah kepada bisnis lain, bukan kepada konsumen secara individu.

Karena target pemasaran ini lingkupnya lebih besar dengan kebutuhan yang spesifik dan proses pengambilan keputusan yang lebih kompleks, maka diperlukan pendekatan yang lebih personal, mendetail, dan berorientasi pada hubungan jangka panjang.

Baca Juga: Pemimpin Hamas: Serangan Terbaru Israel di Gaza Dapat Membahayakan Perundingan Gencatan Senjata

Hal ini mencakup pemahaman mendalam tentang konsep B2B, kebutuhan klien, penyusunan pesan yang tepat sasaran, serta strategi komunikasi yang mampu membangun kepercayaan dan loyalitas.

Tentunya, perusahaan juga perlu menghindari memberi kesan yang memaksa dalam melakukan proses pemasaran ini.

Mengapa Menyusun Strategi B2B Marketing Itu Penting?

Strategi B2B marketing menjadi sangat penting karena dapat membantu perusahaan memahami dan menjangkau target pasar yang spesifik serta membangun hubungan jangka panjang yang kuat dengan klien. Dengan strategi yang tepat, bisnis dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien, meningkatkan retensi pelanggan, dan menonjolkan keunggulan kompetitif produk, sehingga menciptakan brand positioning yang kuat.

Baca Juga: Cara Mengatur Kontrol Orang Tua di Deretan Media Sosial Populer

Selain itu, strategi B2B marketing yang efektif memungkinkan bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan terus berinovasi, sehingga meningkatkan penjualan serta pertumbuhan.

5 Strategi Marketing yang Perlu Digunakan Bisnis B2B Agar Efektif

Dalam B2B marketing, memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh bisnis target. Oleh karena itu, strategi yang digunakan pun, harus spesifik dan terukur untuk menarik perhatian serta membangun hubungan yang berkelanjutan dengan klien.

Jika kamu adalah pebisnis yang sedang berkecimpung di bisnis B2B dan sedang mencari strategi pemasaran yang tepat untuk bisnismu saat ini, maka strategi B2B marketing ini bisa jadi solusi yang tepat untuk bisnismu, karena, dalam konteks business to business marketing, strategi ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Berikut ada lima strategi marketing yang bisa diterapkan dalam bisnis B2B.

Baca Juga: VIRAL Video Seorang Ibu Marah Beli Susu Kotak 1 Liter Tidak Dingin di Minimarket, Minta Ganti Rugi ke Kasir!

1. Tentukan Target Audience Pemasaran

Sebelum membuat pemasaran apapun, perusahaan harus terlebih dahulu memahami siapa yang ingin ditargetkan dan alasannya. Banyak perusahaan B2B terlebih dahulu melakukan riset pasar dan membuat profil pelanggan yang ideal untuk menjamin mereka memasarkan ke audiens yang tepat.

Mengetahui siapa yang akan menjadi target market bisnis, memungkinkan kamu untuk menyusun pesan yang tepat, memilih saluran yang efektif, dan mengalokasikan sumber daya dengan bijaksana. Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam menentukan target audience.

a. Analisis pelanggan bisnis saat ini. Tinjau data pelanggan yang sudah ada untuk memahami siapa yang membeli produk atau layanan dan apa alasan mereka membeli.

b. Segmentasi pasar. Kelompokkan prospek berdasarkan industri, ukuran perusahaan, lokasi geografis, dan faktor relevan lainnya.

Baca Juga: Bagaimana Penilaian Anda Mengenai Rancangan Pelaksanaan PKR pada Aspek Rumusan Indikator dan Tujuan Pembelajaran?

c. Persona pembeli. Buat profil mendetail dari pembeli idealmu, termasuk peran mereka dalam perusahaan, tantangan yang dihadapi, dan tujuan bisnis mereka.

2. Analisis Kompetitor Pesaing Bisnis

Lakukan analisis kompetitor untuk mengidentifikasi dan mempelajari pesaing bisnismu Langkah ini sangat penting bagi perusahaan karena memungkinkan kamu mengetahui posisi kompetitif bisnis di pasar dan mengenali area mana yang perlu ditingkatkan untuk dapat bersaing lebih efektif dengan perusahaan lain.

Dalam menganalisis kompetitor, perusahaan dapat menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk menganalisis kondisi pesaing. SWOT membantu perusahaan melihat gambaran besar dari apa yang membuat pesaing kuat atau lemah dan apa peluang serta ancaman yang mereka hadapi di pasar. Berikut ini adalah cara SWOT membantu dalam B2B marketing.

Baca Juga: Film-film Karya Sineas Indonesia Unjuk Gigi di Ajang BIFAN 2024

a. Strengths (Kekuatan). Identifikasi kekuatan perusahaan dan bandingkan dengan kompetitor, hal ini bisa berupa keunggulan produk, atau reputasi merek.

b. Weaknesses (Kelemahan). Ketahui kelemahan bisnismu dan temukan cara untuk memperbaikinya.

c. Opportunities (Peluang).  Kenali peluang di pasar yang belum dimanfaatkan oleh kompetitor. Kamu bisa mengeksplorasi segmen pasar baru atau tren yang sedang berkembang.

d. Threats (Ancaman). Kenali ancaman dari kompetitor atau perubahan pasar yang bisa mempengaruhi bisnismu, sehingga perusahaan bisa menyiapkan strategi mitigasi yang efektif.

3.  Gunakan Strategi Digital Marketing

Di era digitalisasi seperti saat ini, B2B digital marketing mempunyai peranan yang tak kalah penting untuk mendukung B2B marketing. Ada berbagai kanal pemasaran digital yang bisa perusahaan gunakan untuk mendukung strategi B2B marketing dalam bisnisnya.

Tentunya, setiap kanal digital marketing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan konsep B2B yang jelas, bisnis dapat memanfaatkan berbagai alat digital untuk meningkatkan efektivitas pemasaran. Berikut ada beberapa kanal yang bisa perusahaan gunakan.

a. Media sosial

Sekitar 95% pebisnis B2B menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran produk atau jasa mereka, dan media sosial adalah platform yang paling umum digunakan untuk distribusi konten di kalangan pebisnis B2B. Namun, kamu harus memilih platform media sosial dengan hati-hati dan memutuskan platform mana yang akan diprioritaskan dan cocok untuk bisnismu. Dilansir dari Content Marketing Institute, Dalam business to business marketing, LinkedIn menjadi platform yang paling efektif untuk B2B marketing.

Baca Juga: Ngeri! Serangan Rudal Rusia Menewaskan Sedikitnya 41 Orang dan Menghantam Rumah Sakit Anak di Ukraina

Ini memungkinkan perusahaan untuk terhubung dengan profesional di industri bisnismu, berbagi konten yang relevan, dan membangun jaringan bisnis. Lalu, diurutan kedua ada Facebook dan Instagram, Dimana platform ini digunakan untuk kampanye brand awareness. Kemudian ada Youtube yang digunakan untuk membuat konten terkait tentang merek perusahaan dalam bentuk video. Sementara Twitter, dapat digunakan untuk berbagi berita terbaru, artikel blog, dan berinteraksi dengan pelanggan serta industri terkait.

b. Website

Website menjadi investasi penting dalam B2B marketing. Ada banyak pembeli yang mengunjungi website perusahaan sebelum melakukan pembelian untuk melakukan riset dan mendapatkan informasi mendalam tentang produk atau layanan yang ditawarkan. Dalam bisnis B2B, proses penjualan seringkali melibatkan banyak pemangku kepentingan di dalam sebuah bisnis, seperti manajer, direktur, hingga tim teknis yang semuanya perlu memahami nilai dan manfaat dari produk atau layanan tersebut. Oleh karena itu, website adalah cara yang sangat mudah dan efisien untuk berbagi informasi yang dapat diakses oleh semua pihak yang terlibat dalam keputusan pembelian.

Untuk meningkatkan interaksi dan pengalaman pelanggan di website, integrasi teknologi seperti CRM WhatsApp integration dapat menjadi solusi efektif. Integrasi ini memungkinkan pelanggan untuk berkomunikasi langsung dengan perusahaan melalui WhatsApp, yang menyediakan layanan pelanggan secara responsif kapan saja. Selain itu, website juga menjadi alat penting untuk membangun visibilitas secara online. Dengan adanya konten yang dioptimalkan untuk mesin pencari (SEO), website dapat lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan yang mencari solusi yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga: 15 Kata-kata Mutiara Bulan Suro dalam Bahasa Jawa yang Islami, Penuh Motivasi!

c. Email marketing.

Dalam menjalankan strategi B2B marketing, email marketing adalah salah satu alat yang sangat efektif dalam B2B digital marketing untuk mendekati calon pelanggan. Apalagi, kanal ini bisa menjadi sarana bagi perusahaan untuk membangun prospek dan retensi terhadap konsumen yang pernah melakukan pembelian, sehingga dapat menjaga hubungan dengan pelanggan saat ini, menindaklanjuti prospek, dan menginformasikan tentang produk atau layanan terbaru.

d. SEO (Search Engine Optimization)

SEO menjadi alat digital marketing yang wajib bisnis gunakan. Melalui SEO, perusahaan dapat memastikan brand awareness produk berjalan dengan baik dan mudah ditemukan pelanggan melalui pencarian kata kunci di google. Hal itu dapat diukur melalui banyaknya traffic, session, dan brand mention perusahaan di search engine. Mengoptimalkan SEO adalah bagian penting dari B2B marketing, untuk memastikan bahwa produk dan layanan mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Baca Juga: Profil Harashta Haifa Zahra, Pemegang Gelar Kontes Kecantikan Indonesia Dinobatkan Jadi Pemenang Miss Supranational 2024

Ada beberapa teknik SEO yang bisa diterapkan, yakni seperti pencarian kata kunci. Lakukan penelitian kata kunci yang paling relevan dengan bisnismu dan optimalkan konten website dengan kata kunci tersebut. Pastikan On-Site SEO seperti halaman web bisnis dioptimalkan dengan baik, termasuk penggunaan tag H1, H2, H3, meta description, dan alt text pada gambar. Perhatikan juga Off-Site SEO, yakni tautan dari website lain ke situs web bisnismu, baik melalui engagement luar atau artikel tamu di publikasi lain.

e. PPC Marketing

PPC atau kependekan dari Pay Per Click adalah model iklan di mana pengiklan membayar setiap kali iklan mereka diklik oleh pengguna. Penggunaan PPC memungkinkan bisnis untuk menampilkan iklan mereka di halaman hasil mesin pencari dan hanya membayar ketika seseorang benar-benar berinteraksi dengan iklan tersebut.

4. Gunakan Referral Marketing

Baca Juga: Pasangan K-Pop HyunA dan Yong Jun-Hyung Umumkan Pernikahan Pada Oktober Tahun Ini

Referral marketing adalah strategi di mana bisnis mendapatkan pelanggan baru melalui rekomendasi dari pelanggan yang sudah ada atau mitra bisnisnya menggunakan kode referral. Strategi ini mendorong pelanggan lain dan dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas bisnismu, karena rekomendasi biasanya datang dari sumber yang dipercaya, sehingga hal ini juga dapat memperluas jaringan prospek berkualitas tanpa biaya pemasaran yang besar.

Dalam referral marketing, perusahaan akan memberikan insentif atau komisi. Komisi ini bisa diberikan kepada referrer saja, atau keduanya (penerima rekomendasi dan yang memberi rekomendasi), tergantung kebijakan perusahaan. Bentuk komisi bisa berupa uang tunai, voucher, potongan harga, poin, dan lainnya.

5. Terapkan Sistem CRM Dalam Strategi Bisnis

Sebagai perusahaan bisnis, tentunya akan sangat sulit jika ingin mengumpulkan semuanya secara manual. Oleh karena itu, penggunaan sistem CRM menjadi sangat penting dalam strategi bisnis B2B. Sistem CRM memungkinkan bisnis untuk mengelola dan melacak semua interaksi dengan pelanggan dan prospek secara terpusat. Salah satu fitur yang semakin populer digunakan adalah integrasi denganaplikasi chatbot WhatsApp. CRM menjadi alat yang sangat berharga dan membantu perusahaan untuk tetap terhubung dengan pelanggan hanya dalam satu tempat.

CRM menyimpan informasi lengkap tentang setiap pelanggan dan prospek, termasuk riwayat pembelian, preferensi, dan interaksi sebelumnya, sehingga tim penjualan dan pemasaran dapat dengan mudah untuk mengakses informasi yang relevan dengan cepat dan efisien, menjadikannya strategi business to business marketing yang tepat. Oleh karena itu, pilih platform CRM yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu, termasuk skala, fitur, dan integrasi yang diperlukan.

Baca Juga: Selamat! Istri Song Joong-Ki Dikabarkan Hamil Anak Kedua

Garis Besar

Strategi B2B marketing yang efektif adalah kunci untuk bisnis B2B mencapai kesuksesan penjualan dalam jangka panjang. Ketika perusahaan menentukan target audience, perusahaan bisa fokus pada pelanggan yang tepat, meningkatkan efisiensi dan hasil pemasaran bisnisnya. Lalu dengan menganalisis kompetitor, perusahaan diberikan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan pesaing, sehingga bisnis dapat menemukan peluang yang belum dimanfaatkan.

Penggunaan digital marketing dapat memperluas jangkauan dan engagement, sementara referral marketing meningkatkan kredibilitas melalui rekomendasi yang terpercaya. Terakhir, sistem CRM dapat membantu perusahaan dalam membangun dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, yang sangat penting dalam bisnis B2B.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.