Akurat

Dirut Pos Indonesia Berbagai Tips Lewati VUCA

Silvia Nur Fajri | 12 Juni 2024, 18:09 WIB
Dirut Pos Indonesia Berbagai Tips Lewati VUCA

AKURAT.CO Perubahan mindset birokratis ke entrepreneurial menjadi kunci penting bagi Pos Indonesia untuk selamat dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi di sela acara Book Talk dan Ngopi Sore bertajuk "Sukses Memimpin di Tengah Chaos Pandemi".

Acara yang digelar di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta pada Rabu, (12/7/2024), juga menjadi ajang peluncuran buku terbaru Faizal yang berjudul ‘Time hriving on Turbulence’. Hadir dalam acara tersebut pakar Bisnis dan Marketing, Yuswohady, sebagai pembahas buku, serta Bagus Zidni Ilman Nafi, Senior Business Analyst Inventure, sebagai moderator.

Baca Juga: Pos Indonesia Bangga Layani Jutaan Masyarakat Melalui Shopee

"Dengan SDM yang punya mindset entrepreneurial, artinya mereka punya mental berdagang dan berjualan. Ini skill penting untuk menambah revenue dan menyelamatkan perusahaan. Makanya saya dorong terus mereka," ucap Faizal.

Dalam bukunya, Faizal menekankan bahwa perubahan mindset ini merupakan bagian dari aspek agile culture. Nilai-nilai ini menjadi panduan bagi karyawan dan seluruh elemen Pos Indonesia untuk berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

"Normalnya, pembangunan budaya perusahaan membutuhkan waktu yang lama. Tapi di saat krisis ini, butuh percepatan, butuh sebuah transformasi," kata Faizal.

Untuk mentransformasi budaya perusahaan, Faizal melakukan beberapa gebrakan, yaitu mengembalikan budaya disiplin dan mengubah mindset SDM Pos Indonesia dari birokratis ke entrepreneurial. Faizal mengidentifikasi bahwa akar masalah anjloknya performansi perusahaan adalah lunturnya kultur disiplin.

"Disiplin sebenarnya adalah budaya yang seharusnya melekat dalam tubuh Pos Indonesia. Sebab, perusahaan ini diharuskan bergerak sesuai SOP. Menjalankan SOP butuh disiplin tinggi," jelasnya.

Selanjutnya, Faizal melangkah ke tahap yang lebih tinggi dengan mengubah mindset dari birokratis ke entrepreneurial. Menurutnya, perusahaan plat merah biasanya memiliki kultur birokratis administratif yang kental, di mana semua keputusan dilakukan terpusat dan berjenjang.

"Mindset ini tidak fit-in dengan situasi pasar yang selalu berubah cepat. Apalagi kita sedang menghadapi krisis," tambahnya.

Buku ‘Thriving on Turbulence’, merupakan hasil refleksi dan kristalisasi kepemimpinan Faizal saat menghadapi krisis pandemi Covid-19. Ketua Umum Ikatan Alumni Elektro ITS (IKAELITS) ini bercerita tentang situasi yang ia hadapi pada tahun 2020, yakni krisis kompleks yang memaksa perubahan industri dan transformasi internal perusahaan. Internal Pos Indonesia sendiri mengalami krisis di berbagai aspek, mulai dari keuangan, bisnis, hingga operasional.

Selain itu, Faizal beruntung memiliki pengalaman yang cukup dalam memimpin perusahaan. Sebelum menjabat sebagai Dirut Pos Indonesia, ia pernah menjadi President Director TELIN Group dan BOD Chairman (2016-2019), BoC Telkom Sigma (2019-2020), serta Chief of Digital Business & Innovation Officer Telkom Indonesia (2019-2020).

Dalam kesempatan tersebut, Pengamat Pemasaran Managing Partner Inventure, Yuswohady, menyebut buku ini menggambarkan bagaimana seorang leader memimpin perusahaan di era ambiguitas, yaitu era di mana kondisi esok hari tidak dapat diprediksi.

"Di era of ambiguity ini, strategic planning is dead. Perencanaan strategi perusahaan yang sebelumnya disusun sudah tidak relevan lagi dan kondisi inilah yang dilalui oleh Pak Faizal selama memimpin Pos Indonesia," ungkapnya.

Dalam buku itu, Faizal memaparkan strategi memimpin di tengah krisis dengan mengedepankan agilitas: kemampuan untuk bertindak lincah, cepat, dan tepat. Agilitas ini harus diaplikasikan dalam lima aspek yakni: agile leadership, agile culture, agile digitalization, agile inno-collab, dan agile execution.

Strategi kepemimpinan Faizal berhasil membawa Pos Indonesia melewati krisis. Hari ini, Pos Indonesia adalah perusahaan yang sehat secara finansial dan memiliki performa bisnis yang baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.