Akurat

Jokowi Sebut HET Beras Sulit Turun: Masyarakat Harus Maklum, Petani juga Harus Untung

Rizky Dewantara | 1 Juni 2024, 17:22 WIB
Jokowi Sebut HET Beras Sulit Turun: Masyarakat Harus Maklum, Petani juga Harus Untung

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa harga eceran tertinggi (HET) komoditas beras sulit turun, meski sudah memasuki musim panen dan stok beras melimpah.

Sebab, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh petani beras. Seperti biaya agroinpot produksi, biaya petani sewa lahan, pupuk, bibit, dan tenaga kerja yang terus mengalami kenaikan.

"Jadi ya masyarakat harus maklum, bahwa petani harus mendapatkan keuntungan, harus mendapatkan kesejahteraan. Tapi (harga beras) masyarakat juga jangan harganya terlalu tinggi," kata Jokowi usai meninjau Pasar Senggol di Dumai, Riau, Sabtu (1/6/2024).

Baca Juga: Jokowi Pastikan Beras Bantuan Pangan Berkualitas Premium: Lebih Bagus dari yang Saya Makan

Dia mengaku, mencari keseimbangan harga pangan, terutama beras, sangat sulit. Sebab, pemerintah tidak mau harga beras di pasaran terlalu tinggi, namun juga tidak mau harga beras di petani terlalu rendah.

"Mencari keseimbangan seperti itu yang tidak gampang. Masyarakat seneng, petani juga seneng," imbuhnya.

Selain itu, dia memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog masih aman. Per hari ini, dia mencatat stok beras di Bulog sudah mencapai 1,8 juta ton.

"Jadi biasanya stok bulog nasional biasanya 900.000 hingga 1,2 juta ton. Per hari ini, stok bulog sudah mencapai 1,8 juta ton. Tersebar di seluruh gudang bulog di kabupaten/kota dan provinsi," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.