Hari Pertama Lebaran 2024, 414.547 Kendaraan Lintasi Jabodetabek

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan data terkini mengenai arus mudik dan arus balik pada H1 Lebaran 2024.
Menurut Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, sebanyak 414.547 unit mobil pribadi keluar dan masuk Jabodetabek melalui jalan tol Jasamarga dan arteri.
"Untuk angkutan pribadi, berdasarkan data pada H1 Lebaran, jumlah mobil yang keluar dan masuk Jabodetabek melalui jalan tol Jasamarga dan arteri tercatat sebanyak kendaraan 414.547 kendaraan dan 2.072.735 orang," kata Adita dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4/2024).
Baca Juga: Kakorlantas: Angka Kecelakaan Lalu Lintas Arus Mudik Lebaran 2024 Turun 12 Persen
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 18,87% dibandingkan dengan periode normal harian pada tahun 2024. Namun, terjadi penurunan sebesar 37,79% dibandingkan dengan tahun 2023.
Selanjutnya, Adita menjelaskan bahwa jumlah mobil yang keluar Jabodetabek melalui jalan tol Jasamarga dan arteri adalah 264.373 kendaraan, sedangkan yang masuk sebanyak 150.174 kendaraan. Sementara itu, angkutan umum Lebaran 2024 mencatat 508.877 penumpang.
"Oleh karenanya, seperti anjuran Presiden waktu itu agar kembali lebih awal. Kalau bisa besok atau Sabtu," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengimbau para pemudik untuk pulang lebih awal.
Budi juga menekankan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran. "Karena Minggu dan Senin itu pasti terjadi satu kenaikan yang besar," katanya.
Kemenhub bersama Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri serta pihak terkait telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengelola arus balik agar tidak terjadi kepadatan yang berlebihan.
"Nah oleh karenanya, kita memang harus mengelola hari-hari yang sudah ada. Kita ada empat hari, mulai besok sampai hari Senin, hari Selasa sudah masuk. Puncaknya diperkirakan adalah hari Minggu dan hari Senin," jelas Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










