Akurat

Terkendala Modal, Pembangunan 7 Smelter Ini Mangkrak

Silvia Nur Fajri | 19 Maret 2024, 16:31 WIB
Terkendala Modal, Pembangunan 7 Smelter Ini Mangkrak

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa dari 11 smelter atau pabrik pemurnian yang rencananya dibangun, hanya 11 yang sedang dibangun, mayoritas belum ada progress atau kemajuan lantaran kurangnya modal.

Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM, Bambang Suswantono mengatakan bahwa 7 proyek smelter tersebut maasih kesulitan mendapatkan investor untuk membiayai proyek mereka.

"Kendala utamanya adalah kurangnya investasi modal, yang menjadi hambatan serius bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk mineral di Indonesia," ujarnya dalam RDP Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
 
 
Hal tersebut  menyebabkan proyek-proyek tersebut belum mencapai kemajuan yang diharapkan. Berikut adalah rincian 7 smelter berbagai komoditas yang pembangunannya terkendala modal.

1. PT Ang And Fang Brother (Nikel) Morowali, Sulteng

Proyek dengan kapasitas produksi nikel sekitar 1.866.510 ton per tahun (TPY) dan produk TPY FeNi sebanyak 130.508, hanya mencapai progres 22,4% karena kesulitan mendapatkan investor untuk pembiayaan proyek.

2. PT Dinamika Sejahtera Mandiri (Bauksit) Sanggau

Meskipun memiliki kapasitas produksi bauksit sekitar 5.200.000 TPY dan produk TPY SGA sebanyak 2.000.000, progres pembangunan pabrik di Kalbar ini baru mencapai 58,55% karena masih dalam proses pencarian investor untuk pendanaan.

3. PT Laman Mining (Bauksit) Ketapang, Kalbar

Dengan kapasitas produksi bauksit sekitar 2.850.000 TPY dan produk TPY SGA sebanyak 1.000.000, progres pembangunan baru mencapai 32,38% karena masih dalam proses pencarian investor untuk pendanaan.

4. PT Parenggean Makmur Sejahtera (Bauksit) di Kotawaringin Timur, Kalteng

Meskipun memiliki kapasitas produksi bauksit sekitar 3.000.000 TPY dan produk TPY CGA sebanyak 986.215, progres pembangunan mencapai 58,13%, namun masih terhambat oleh pencarian investor untuk pendanaan.

5. PT Persada Pratama (Bauksit) di Cemerlang Snggau, Kalbar

Meskipun memiliki kapasitas produksi bauksit sekitar 2.524.918 TPY dan produk TPY SGA sebanyak 1.000.000, progres pembangunan mencapai 52,62%, namun masih terkendala oleh pencarian investor untuk pendanaan.

6. PT Quality Sukses Sejahtera (Bauksit) Pontianak, Kalbar

Dengan kapasitas produksi bauksit sekitar 3.512.058 TPY dan produk TPY SGA sebanyak 1.500.000, progres pembangunan mencapai 65,65%, namun masih dalam proses pencarian investor untuk pendanaan.

7. PT Sumber Bumi (Bauksit) Marau Ketapang, Kalbar

Dengan kapasitas produksi bauksit sekitar 2.600.000 TPY dan produk TPY SGA sebanyak 1.000.000, progres pembangunan mencapai 50,05%, tetapi masih dalam proses pencarian investor untuk pendanaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.