Akurat

Penjualan FnB di e-Commerce Naik 75 Persen Jelang Ramadan

Silvia Nur Fajri | 2 Maret 2024, 15:29 WIB
Penjualan FnB di e-Commerce Naik 75 Persen Jelang Ramadan

AKURAT.CO Menjelang bulan Ramadan Compas.co.id melakukan pemantauan terhadap kondisi e-commerce, khususnya fokus pada sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Dari pemantauan yang dilakukan pada platform Shopee, Tokopedia, dan Blibli dari tanggal 1-25 Februari 2024, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam penjualan beberapa produk makanan dan minuman manis. 

Co-founder dan CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata mengungkapkan bahwa produk seperti minuman coklat, selai olesan, dan coklat kemasan mengalami peningkatan tertinggi. Hal ini dikaitkan dengan tradisi di Indonesia untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa. 

Baca Juga: Dunia FnB Indonesia Perlu Banyak Chef Sekaligus Butchery Handal

"Berdasarkan tradisi tersebut, kami melakukan monitoring di e-commerce dan menemukan bahwa jumlah produk terjual pada minuman coklat meningkat paling tinggi pada periode ini dibanding jenis FnB lainnya, peningkatannya 75 persen ke angka lebih dari 158 ribu produk, atau meningkat sekitar 60 ribu produk sepanjang Februari," kata Narendrata, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/3/2024).

Kemudian, Narendrata menjelaskan bahwa selama periode tersebut, penjualan minuman coklat meningkat 75%, mencapai lebih dari 158 ribu produk, sementara selai olesan dan coklat kemasan juga mengalami kenaikan signifikan masing-masing sebesar 49% dan 48%. 

Sementara itu, produk-produk lain seperti frozen food juga mengalami peningkatan penjualan, meskipun tidak sebesar produk makanan dan minuman manis.

Di platform TikTok Shop, terlihat bahwa sub kategori cokelat mendominasi penjualan dengan hampir 200 ribu produk terjual, menunjukkan potensi yang menarik. Meskipun Shopee masih menjadi e-commerce paling diminati dengan pangsa pasar sebesar 56,9% di sektor F&B, TikTok Shop menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan dengan pangsa pasar 18,6%. 

Compas.co.id bahkan meluncurkan layanan pemantauan data khusus untuk TikTok Shop, menggarisbawahi potensi pasar yang dimilikinya.

"Melihat pasar TikTok Shop yang potensial, kami meluncurkan layanan monitoring data TikTok Shop. Peluncuran ini bertepatan pada perayaan hari jadi kami yang memasuki usia ke-12 tahun. Pada usia yang semakin dewasa ini, kami berharap dapat terus berkembang, dan bercita-cita untuk menambah sektor industri yang akan kami monitoring ke depannya," ungkap Narendrata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.