Begini Tren Merger dan Akuisisi Startup di 2024

AKURAT.CO Sejumlah aksi merger dan akuisisi (M&A) perusahaan rintisan atau startup mewarnai awal tahun 2024 di tengah berlanjutnya tren tech winter atau seretnya pendanaan baru.
Awal Februari 20203, Tokopedia dan TikTok baru saja merampungkan transaksinya. Penggabungan bisnis keduanya resmi disepakati pada Desember 2023 dengan tujuan memperkuat skala pasar e-commerce Indonesia. Kemudian beberapa aksi M&A lainnya juta terjadi dalam dua bulan terakhir, termasuk akuisisi Lifepal oleh Roojai Group, AyoPajak oleh Privy dan Tamasia oleh BPRS Attaqwa.
"Aksi M&A nampak masih menjadi jalan akhir yang diambil pelaku startup Indonesia untuk tetap bertahan di tengah tech winter," tulis laporan Startup Report 2023 oleh DSInnovative dikutip Senin (19/2/2023).
Baca Juga: Proposal Merger Finschia dan Klaytn Disetujui, Ekosistem Web3 Terbesar di Asia Segera Hadir
Dalam laporan tersebut, disoroti 25 aksi M&A yang diumumkan sepanjang tahun lalu, dengan sebagian besar terjadi di sektor fintech. Ekosistem digital Indonesia berusaha menjaga ketahanan di tengah tantangan tech winter selama dua tahun terakhir, dengan banyak pelaku startup memilih strategi exit melalui M&A di tengah ketidakpastian pasar dan keterbatasan pendanaan.
Sektor fintech mendominasi aksi korporasi ini, termasuk dalam sub vertikal P2P lending, embedded finance, dan wealthtech. IDN Media juga mencatat dua akuisisi dalam satu tahun untuk diversifikasi bisnis kontennya. Kemitraan strategis antara GoTo dan ByteDance menandai kesepakatan transaksi penting bagi industri e-commerce Indonesia dengan penggabungan Tokopedia dan TikTok Shop.
Meskipun demikian, tidak ada IPO yang terealisasi pada tahun tersebut karena investor lebih berhati-hati dan menunggu kondisi pasar membaik. Akseleran yang awalnya berencana IPO pada pertengahan 2023 menunda hingga 2024. Sementara itu, perusahaan digital yang telah IPO sebelumnya, seperti GoTo, Blibli, dan Bukalapak, berusaha memperoleh keuntungan pada akhir tahun tersebut.
"Uang tak lagi murah dan ada momok kenaikan suku bunga. Banyak investor merespons situasi ini dengan mengkalibrasi ulang strategi mereka, beralih dari aset-aset berisiko ke aset-aset yang lebih aman, seperti deposito dan pendapatan tetap. Pergeseran ini lebih dari sekadar penyesuaian pasar, mencerminkan perubahan besar dalam ekspektasi investor," tutur Chief Investment Offier BRI Ventures, Markus Liman Rahardja dalam laporan tersebut.
Perubahan suasana investasi tercermin dari pergeseran investor ke aset yang lebih aman, seperti deposito dan pendapatan tetap, mengingat kenaikan suku bunga dan perubahan besar dalam ekspektasi investor.
Berbagai VC telah mengungkap pandangannya tentang bagaimana investor kini berpikir ulang terhadap strategi investasinya ke depan mengingat pasokan mulai dana kering--juga menyulitkan startup untuk menambah bensin modal.
Dengan situasi pasar yang masih tidak menentu, aksi konsolidasi diproyeksi masih akan terus berlanjut sebagaimana startup mulai membenahi fundamental bisnisnya agar tak bergantung pada pendanaan eksternal. M&A juga memungkinkan mereka untuk beroperasi, mendapat akses terhadap sumber daya lebih banyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










