Akurat

Warisan Budaya, 5 Manfaat Belanja di Pasar Tradisional

M. Rahman | 16 Februari 2024, 15:02 WIB
Warisan Budaya, 5 Manfaat Belanja di Pasar Tradisional

AKURAT.CO Banyak cara untuk menunjukkan rasa cinta untuk Indonesia. Gerakan Cinta Indonesia ini terwujud dari berbagai cara, mulai dari memperkenalkan budaya lokal ke kancah internasional, nyoblos di pemilu, atau sekadar mendukung perekonomian rakyat
lewat belanja di pasar terdekat. Pemerintah sendiri menggalakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI.

Salah satu bentuk nyata dari cinta terhadap Indonesia adalah melalui keputusan bijak dalam
berbelanja, dengan memilih produk lokal yang dijual di pasar di wilayah tempat tinggal kita.
Tindakan sederhana ini sebenarnya memiliki dampak yang besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat identitas nasional.

Pada artikel kali ini, Titipku, startup bahan pokok mencoba mengeksplorasi lebih dalam 5 manfaat belanja di pasar tradisional dapat menjadi tanda nyata dari cinta terhadap Indonesia.

Baca Juga: Maksimalkan Pelayanan, Titipku Lakukan Ekspansi dan Perketat Jaminan Kualitas Produk

1. Menjaga keberlanjutan ekonomi lokal

Membeli produk lokal di pasar tradisional berarti memberikan dukungan langsung kepada para pelaku usaha lokal. Petani, tukang sayur, pedagang ikan, dan peternak ayam atau sapi adalah bagian integral dari perekonomian kita. Dengan memilih produk dari pasar tradisional, kita secara langsung membantu mereka untuk tetap berdaya dan melibatkan diri dalam kegiatan ekonomi lokal.

2. Pelestarian budaya lokal

Pasar tradisional bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga pusat kegiatan budaya. Di sini,
kita dapat menemukan beragam produk tradisional, seperti kain tenun, jajanan pasar tradisional, dan makanan jadi khas daerah. Dengan berbelanja produk produk khas lokal ini, kita turut memelihara kekayaan budaya Indonesia. Hal ini membantu melestarikan keunikan dan keberagaman warisan budaya yang telah diteruskan dari generasi ke generasi.

3. Mengurangi jejak karbon

Membeli produk lokal di pasar tradisional dapat membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh rantai pasokan yang panjang. Dengan memilih barang yang diproduksi dan dijual secara lokal, kita mengurangi kebutuhan akan transportasi jarak jauh, yang pada akhirnya membantu mengurangi emisi karbon dan dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Terlebih jika kita menggunakan aplikasi belanja online seperti Titipku. Belanjaan beberapa
pelanggan bisa diantarkan secara bersamaan oleh satu kurir saja. Hal ini mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga lebih ramah lingkungan.

4. Meningkatkan ketahanan pangan

Salah satu aspek penting dari cinta terhadap negara adalah keberlanjutan pangan. Dengan
memilih produk lokal, kita turut berkontribusi dalam menciptakan kemandirian pangan. Petani dan produsen lokal akan merasakan dampak positifnya, sementara kita sebagai konsumen mendapatkan akses lebih baik terhadap produk pangan yang sehat dan
berkualitas.

 

5. Memperkuat Ekosistem

Sistem jual-beli online untuk produk di pasar tradisional yang dibentuk oleh Titipku membentuk ekosistem yang saling ketergantungan antara tiga stakeholder utama Titipku. Pertama, pelanggan Titipku membutuhkan produk yang dijual pedagang dan membutuhkan Jatiper yang mengantar pesanan pelanggan.

Kedua, pedagang pasar membutuhkan pelanggan Titipku agar produknya laku dan membutuhkan Jatiper untuk mengirimkan produk yang ia jual sampai ke tangan pelanggan. Ketiga, Jatiper membutuhkan transaksi antara pembeli dan pedagang agar mereka mendapat penghasilan. Pada akhirnya, ekosistem ini saling menjawab kebutuhan masing-masing dan ini merupakan hal yang baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa